Orang-Orang Pilihan Allah, Bukan Buangan

Artikel - Ragam Peristiwa

Panitia Paskah Paroki Santa Maria Immaculata, Banyumas dan Lima Warga Binaan LP Banyumas

 

“Roh Tuhan ada padaKu.... Dan Ia mengutusKu untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan... Untuk memberitakan bahwa Tahun Rahmat Tuhan sudah datang.” (Lukas 4, 18-19). Kiranya Sabda inilah yang menginspirasi Panitia Paskah Paroki Santa Maria Immaculata Banyumas untuk mengaplikasikan semangat Paskah yang boleh mereka alami dari Allah sendiri.

Rasa kekeluargaan yang hangat mengalahkan dinginnya hujan yang mengguyur wilayah Lembaga Pemasyarakatan (LP) Banyumas, Purwokerto pada Senin, 02 April 2018. Rombongan yang berjumlah 27 orang dari Panitia Paskah Paroki Santa Maria Immaculata (SMI) Banyumas datang mengunjungi LP Banyumas untuk melaksanakan program Bakti Sosial Paskah dan acara kebersamaan dengan warga binaan LP Banyumas.

Dalam kata sambutannya, Pak Bejo (wakil dari pihak LP) menyampaikan ungkapan terima kasih atas perhatian umat Paroki SMI Banyumas terhadap para warga binaan di LP ini. Beliau juga mengungkapkan maaf karena tidak bisa memfasilitasi keinginan hati umat SMI Banyumas untuk bisa beramah-tamah dengan seluruh penghuni LP karena alasan keamanan.

Rencana awal memang Panitia menghubungi pihak LP agar bisa beramah-tamah dan berbagi rasa kekeluargaan dengan 170 warga binaan di LP, namun seperti yang diungkapkan oleh Pak Bejo, pihak LP tidak bisa memenuhi keinginan itu pada hari-H karena alasan keamanan. Namun pihak LP mengizinkan lima orang tahanan beragama Kristiani untuk membaur bersama kami.

Dalam renungan singkatnya, Pastor Niko Ola Paukuma, OMI selaku Pastor Paroki menegaskan bahwa kita semua adalah para pilihan Allah. Sejak awal kelahiran, kita telah dipilih Allah, maka tidak ada istilah buangan terlebih bagi para warga binaan. Masa menjalani masa hukuman adalah saat yang tepat untuk melihat kembali jati diri sebagai orang pilihan Allah, dan ini hanyalah salah satu cara Allah untuk meluruskan hati yang sempat berbelok dariNya.

Pak Yohanes, seorang warga binaan di LP Banyumas mengatakan ia amat bahagia atas kunjungan dan perhatian dari umat Paroki SMI Banyumas ini. Lewat kunjugan ini ia dan teman-teman lain merasa tersapa. Dalam sharingnya, ia merasa dirinya telah diubah oleh Allah sejak masuk LP Banyumas. Selama menjalani hidup di LP, ia terdorong untuk mencari kehendak Allah dengan setiap pagi membaca Kitab Suci dan sebuah buku renungan sabda. Lewat pencarian itu, ia menyadari betul bahwa masa hukuman di LP ini merupakan jeweran dari Tuhan agar ia dapat hidup dengan lebih baik.

5 Warga Binaan LP Banyumas yang diperkenankan membaur bersama Panitia Paskah Paroki SMI Banyumas

 

Selain acara kebersamaan, umat Paroki SMI Banyumas juga menyediakan bingkisan berupa perlengkapan mandi serta pakaian dalam sebagai bentuk bakti sosial. Bingkisan tersebut dibagikan kepada setiap warga binaan di LP Banyumas. Setelah serah terima bingkisan Paskah, acara dilanjutkan dengan makan bersama dengan diiringi lagu-lagu populer Indonesia. Suasana kekeluargaan yang hangat ini memuncak ketika di penghujung acara umat Paroki SMI Banyumas menyanyikan lagu “Kemesraan” bersama lima teman warga binaan sambil bergandengan tangan.

Begitulah umat Paroki SMI Banyumas mencoba untuk menghidupi wasiat Yesus Kristus yang bangkit, salah satunya yaitu mewartakan pembebasan kepada para tawanan. Memang mereka tidak bebas dari hukuman yang harus mereka jalani, tetapi lewat kunjungan dan kebersamaan ini, mereka merasakan adanya pembebasan rohani. Mereka tidak merasa sebagai orang terbuang, mereka tidak merasa sebagai orang yang tersingkir, tetapi mereka merasakan kasih Tuhan lewat kunjungan dan kehadiran dari umat Paroki SMI Banyumas ini.

Lewat progam Bakti Sosial Paskah ini, umat Paroki SMI Banyumas juga telah mengamalkan sesuatu yang juga diwasiatkan oleh Santo Eugenius de Mazenod, Bapa Spiritualitas para Oblat yaitu, “Orang Miskin: orang kecil, para tahanan, kaum muda; adalah kelompok yang berharga dalam keluarga besar Kristus, dan mereka tidak boleh diabaikan ataupun ditinggalkan dalam ketidaktahuan mereka!” (Homili St. Eugenius de Mazenod, Paskah 1813).[1]

 


[1] Fabio Ciardi, OMI, etc. Dictionary of Oblate Values. (Rome: Association For Oblate Studies and Research, 2000). 694

 

(Penulis:  Frater Henrikus Prasojo, OMI, Skolastik Seminari Tinggi OMI "Wisma de Mazenod", Condong Catur, Yogyakarta/Dokumentasi:  Paroki SMI Banyumas)

 

 

Pastor Nico Ola Paukuma, OMI, Pastor Paroki SMI Banyumas, secara simbolis menyerahkan bingkisan Paskah untuk para warga binaan LP Banyumas

kepada Bapak Bejo, Wakil dari LP Banyumas

 

Pastor Nico Ola Paukuma, OMI berwawanhati dengan salah seorang warga binaan LP Banyumas

 

Berbagi rasa kekeluargaan dan kepedulian bersama warga binaan LP Banyumas

 

 

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.