Tanggapan Kita Atas Bulan Misi Luar Biasa

Artikel - Ragam Peristiwa

LJC et MI

Para Misionaris Terkasih,

“Dibaptis dan Diutus: Gereja Kristus dalam Karya Misi di Dunia”.  Itulah tema dari Bulan Misi Luar Biasa  Oktober 2019 yang ditetapkan Paus Fransiskus.

“Saya telah meminta seluruh Gereja untuk menghidupkan kembali kesadaran dan komitmen bermisi Gereja pada saat kita memperingati satu abad Surat Apostolik ‘Maximum Illud' yang ditulis oleh Paus Benediktus XV (30 November 1919).”

Sebagai Misionaris Oblat Maria Imakulata, berkaul maupun awamnya, yang terinspirasi untuk menghidupi karisma misionaris seturut St. Eugenius de Mazenod, kita tersentuh dan tergerak oleh kata-kata Paus Fransiskus itu.  Kata-kata itu mengingatkan kita kembali akan Kapitel Umum 2016 yang memanggil kita untuk membuang ketidak pedulian dan ketidak beranian dalam menjangkau wajah-wajah baru kaum miskin.

Dalam Bulan Misi Luar Biasa Oktober 2019 dan setelahnya, saya membawa beberapa hal yang dapat kita pertimbangkan bersama:

 

1)   Hati misionaris Eugenius berada pada mereka yang jarang disentuh Gereja; mereka yang terlantar, terlupakan, dan ditinggalkan oleh pelayanan pastoral umumnya.  Apakah kita yakin bahwa dunia kita perlu tahu tentang Kabar Baik?  Apakah hidup kita menampakkan Kabar Baik?  Apa yang dapat kita lakukan untuk mereka yang telah datang kepada kita selain kepedulian? Bagaimana kita keluar untuk membawa Kabar Baik Yesus Kristus kepada mereka yang belum mengenalNya?

 

2) Sinode Para Uskup tentang Pan-Amazon yang sedang berlangsung di Roma memiliki tema dan metodologi yang berani yang dipilih oleh Bapa Suci sendiri.  Kita mendengar jeritan kaum miskin dan bumi secara bersamaan yang berseru untuk usaha bersama dalam berpastoral, usaha-usaha sosial dan ekonomi bagi hidup orang-orang dan ekologi wilayah Pan-Amazon.  Dari 8 negara dan Guyana Perancis yang termasuk dalam Wilayah Pan-Amazon, kita – para Oblat – ada berkarya di 6 negara dan di Guyana Perancis.

  • Saya telah meminta setiap Regio Kongregasi agar menunjuk satu Oblat untuk tantangan bermisi ke Wilayah Pan-Amazon.
  • Banyak Oblat yang berkarya di negara-negara di lembah Sungai Kongo seperti Kongo, Kamerun, Zambia, dan Angola.  Sebagai misionaris di wilayah Pan-Amazon dan lembah Sungai Kongo, dapatkah para Oblat bersatu untuk kehidupan masyarakat dan ekologi di kedua wilayah ini?

 

3) Bahkan sebelum Surat Ensiklik “Laudato Si”, Bapa Suci telah meminta perhatian kita untuk situasi buruk dari planet kita.  Dalam Pertemuan Serikat Superior Jendral pada 22 Mei 2019, Pastor Joshua I. Kureethdam, SDB berkata bahwa mungkin hanya tersisa 11 tahun untuk bumi mencapai titik kritis dan setelahnya, kehancuran planet bumi akan tidak dapat diubah lagi.  Kebutuhan untuk mengambil tindakan sekarang sudah tidak dapat dikatakan berlebihan.  Sarana penunjang untuk pertobatan ekologi  komunitas kita telah disiapkan oleh VIVAT Internasional: “ECO LIFE and ACTION”.  Silahkan diunduh untuk melihat hal-hal apa yang dapat kita lakukan bagi integritas ciptaan:

http://vivatinternational.org/wp-content/uploads/2019/08/VIVAT-Eco-ENG.pdf

4) Dalam Bulan Misi Luar Biasa ini, saya memohon pada Anda – para Superior dan Tim Formasi, untuk mengembangkan semangat misioner Eugenius de Mazenod dalam diri para calon Oblat di tingkat formasi pertama.  Saya juga mohon kepada para Superior untuk menghidupkan kembali semangat kemurah-hatian dan keberanian Mazenodian dengan memilih beberapa misionaris untuk dikirim keluar lewat ketaatan perutusan dari Superior Jenderal.  Unit-Unit akan terberkati karena sudah bermurah hati.

5) Para Oblat di tingkat lokal mempromosikan beragam kegiatan yang merefleksikan komitmen untuk keadilan sosial, seni membawa perdamaian, dan untuk lingkungan hidup.  Kita masih sering melihat karya-karya JPIC (Keadilan, Perdamaian, dan Integritas Ciptaan) sebagai karya yang terpisah dari karya pastoral.  Bulan Misi Luar Biasa memanggil kita untuk mengintegrasikan ajaran sosial Gereja ke dalam setiap karya misi dan kegiatan pastoral kita.  Saya mengundang setiap Unit untuk membaca kembali dokumen OMI JPIC “Rekan dalam Bermisi” yang disiapkan oleh Bagian JPIC Kogregasi dengan maksud untuk memberi kesadaran bahwa karya misi JPIC adalah bagian dari evangelisasi.  Silahkan mengunduh OMI JPIC “Companion in Mission” di sini:

https://www.omiworld.org/wp-content/uploads/OMI-JPIC-CiM-ENG-June-29.pdf

Kata-kata berikut dari “Maximum Illud” mengacu pada para misionaris, yang merefleksikan hati St. Eugenius yang bersikeras agar kita menjadi misionaris bagi kaum miskin dan orang suci: “Namun lebih-lebih bagi mereka yang disiapkan kepada tugas kerasulan, sebagaimana telah Kami ingatkan di atas, kesucian hidup sangatlah perlu. Untuk mewartakan Allah orang harus menjadi manusia milik Allah.” (MI # 26)

Bersama kita panjatkan permohonan kepada Maria Imakulata untuk menjadi perantara bagi kita sehingga semangat misioner kita dinyalakan kembali untuk memeluk panggilan-panggilan yang diserukan kepada kita di Bulan Misi Luar Biasa ini, dan karena rahmat Tuhan, kita menjadi orang-orang suci.

Terima kasih untuk komitmen Anda menghidupi secara penuh kharisma Oblat dalam semangat misioner dan kerinduan untuk menjadi orang suci.

Saudara Oblat Anda di dalam Yesus dan Maria Imakulata,

Pastor Louis Lougen, OMI

Superior Jenderal

(Diterjemahkan secara bebas oleh Tim Website OMI Indonesia dari artikel berjudul "Our Response to the Extraordinary Missionary Month" yang terbit di www.omiworld.org)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.