COVID-19

Artikel - Ragam Peristiwa

https://www.youtube.com/watch?v=i4Q0OxUMVJM

 

PESAN SINGKAT DARI SUPERIOR JENDERAL OMI TENTANG COVID-19

Salam untuk semua Saudara Oblatku dan anggota Keluarga Oblat yang terkasih,

Saya sedang berada di Brazil untuk kunjungan dan para Oblat di sini mengirimkan salam untuk Anda.  Saya mengirim pesan singkat ini mengenai virus corona – COVID-19.  Saya pikir inilah saat solidaritas, saat berdoa, dan saat berpengharapan.

Solidaritas, pertama-tama, di antara kita dan orang banyak.  Kita berada di tempat-tempat termiskin dunia dan berjalan bersama para saudara dan saudari kita. Kita tahu pada saat seperti sekarang ini, adalah penting untuk kita berada dekat dengan mereka, memberikan dukungan pada mereka, menghibur mereka, dan dalam semangat solidaritas untuk mengikuti pengarahan-pengarahan yang diberikan oleh otoritas sipil maupun religius.

 

Yang kedua saya ingin katakan bahwa inilah waktu untuk berdoa.  Situasi yang ada menciptakan Masa Prapaskah tersendiri bagi kita, tanpa banyak orang berkumpul.  Inilah waktu untuk membaca Firman Tuhan, merenungkannya dan berdoa.  Kita percaya kekuatan doa dan juga tanggungjawab kita untuk melawan penyakit ini.

 

Kata ketiga yang ingin saya katakan adalah Pengharapan.  Kita tahu masa krisis selalu menjadi masa pengharapan, masa  kesempatan, masa untuk berkumpul bersama dan menjadi murah hati, peduli satu dengan yang lainnya, melakukan pelayanan pastoral, dan keluar untuk menawarkan bantuan, pertolongan dan dukungan.

Saya teringat akan Bapa Pendiri kita.  Pada tahun 1814  Napoleon mengirim ribuan tahanan Austria ke selatan Perancis.  Imam Pendamping Penjara yang mengurus para tahanan ini jatuh sakit – sakit tipus – dan meninggal dunia; Bapa Pendiri kita turun tangan dan menawarkan diri untuk melayani para tahanan perang ini.  Dalam pelayanan pastoralnya, ia sendiri terjangkit penyakit tipus juga.  Kita tahu pada 14 Maret 1814, St. Eugenius menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit karena kematian tampak sudah sangat dekat.  Kelompok kecil kaum muda yang dibinanya - “Solidaritas Kaum Muda Kristiani” – berkumpul bersama di Gereja Magdalene, di depan patung Bunda Segala Rahmat dan mereka berdoa Rosario setiap sore untuk St. Eugenius.  Di awal bulan Mei, St. Eugenius berangsur-angsur pulih.  Maka kita tahu kuasa doa.  Kita melihat dalam diri Bapa Pendiri kita kesaksian keberanian  untuk menolong mereka yang sakit yang ada di tengah-tengah mereka dan dirinya yang terjangkit penyakit yang sama dengan yang diidap oleh mereka yang dilayaninya.  Hal ini memberikan kita kekuatan, memberikan kita pengharapan dalam masa sekarang ini supaya kita menjadi misionaris-misionaris yang murah hati.

Marilah kita saling mendoakan.  Saat saya kembali ke Roma, saya berharap dapat berkomunikasi  secara lebih formal untuk Kongregasi.  Tuhan memberkati Anda semua dan kita mohon pada Maria Imakulata, St. Yosef dalam bulan Maret yang spesial ini, dan Bapa Pendiri kita St. Eugenius de Mazenod untuk menjadi perantara kita.  Terima kasih.

(Diterjemahkan secara bebas dari artikel "The Oblate Response to Corona Virus - Fr. Louis Lougen, OMI" yang terbit di www.omiworld.org)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.