Surat Superior Jenderal untuk Pesta Santa Maria Imakulata

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Sabtu, 08 Desember 2018 00:06

L.J.C. et M.I.

Yang Terkasih Saudara-Saudara Oblat dan Semua yang menghidupi Karisma St. Eugenius de Mazenod,

Selamat Pesta Perawan Terberkati Maria Yang Dikandung Tanpa Dosa!  Pesta ini membawa sukacita dan harapan kepada kita semua yang terus melanjutkan mengambil arti dan pandangan baru dari perayaan 200 tahun usia Konstitusi dan Aturan Hidup kita yang ditulis oleh St. Eugenius de Mazenod untuk para Misionaris Provence dan pengikraran kaul pertama oleh mereka pada 01 November 1818.  Pesta Maria ini juga membawa arti penting dalam Tahun Panggilan Oblat karena setiap Oblat memperbaharui komitmennya untuk berkarya bagi panggilan menjadi seorang Oblat!

Pesta Maria Imakulata adalah perayaan yang memikat karena kita terpersona oleh keindahan panggilan untuk menjadi suci.  Paus Fransiskus menulis:  “Kesucian adalah wajah yang paling memikat dari Gereja.” (GE #9).  Maria Imakulata juga merupakan sebuah misteri cinta Tuhan yang memanggil kita untuk memperdalam kesetiaan pada komitmen misioner kita.  Dalam hal ini, seperti yang nanti akan saya sebutkan dalam surat ini, pesta yang kita rayakan mempunyai ikatan yang dalam dengan Sinode Kaum Muda, Discernment dan Panggilan.

Add a comment

 

Triduum Santa Maria Imakulata - Maria: Bunda Yang Sensual

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Sussanto, OMI Rabu, 05 Desember 2018 17:54

Pengantar

Menyambut Hari Raya St. Maria Imakulata biasanya Komunitas OMI mempersiapkannya dengan retret, rekoleksi, novena, triduum, bahkan pertobatan dan puasa, atau kegiatan rohani lainnya. Maksudnya adalah untuk mempersiapkan batin agar peristiwa itu bisa dirayakan dengan penuh sukacita dan bermakna. Tahun 2018 ini Komunitas Novisiat OMI mempersiapkan diri dengan triduum yakni tiga hari doa devosi kepada St. Maria Imakulata. Sekaligus para novis mempersiapkan diri untuk melaksanakan Kursus Gabungan Novis Psiko-Seksual yang akan dilangsungkan di Wisma Maya Kaliurang pada 07 – 11 Desember 2018. Oleh sebab itu tema yang direnungkan dimaksudkan untuk menghayati seksualitas secara utuh baik jasmani, mental maupun rohani.  Bertepatan dengan peringatan kanonisasi St. Eugenius de Mazenod (03 Des) dan Para Martir Oblat Laos (04 Des), semoga para novis semakin dimurnikan dalam mengikuti panggilan Tuhan.

Devosi Maria Imakulata atau Maria Yang dikandung Tanpa Noda sudah berkembang lama dalam Gereja. Paus Siktus IV pada tahun 1476 meresmikannya sebagai pesta perayaan umum Gereja setiap tanggal 08 Desember. Ia tidak membuat doktrin tersebut sebagai sebuah dogma sehingga membiarkan umat Katolik Roma untuk bisa percaya atau tidak tanpa resiko dituduh menentang ajaran Gereja. Selanjutnya Paus Pius IX melalui Konstitusi Apostolik Ineffabilis Deus pada tanggal 08 Desember 1854 menyatakan secara resmi Maria Imakulata sebagai dogma dan St. Eugenius terlibat.

Sedangkan pada tanggal 03 Desember 1996 Paus Yohanes Paulus II memberi gelar “Santo” bagi seluruh Gereja warisan mulia Sang Penyelamat kepada Eugenius de Mazenod. Pesan Paus: “Kaum muda-mudi yang terkasih, dalam St. Eugenius kamu sekarang memiliki seorang guru, pemimpin dan pelindung. Dalam ajarannya betapa baik kehidupan yang dipersembahkan untuk pelayanan Injil. Pada hari ini Gereja berterima kasih karena St. Eugenius yang telah mengenakan Kristus, mengorbankan hidupnya bagi pelayanan Injil Allah. Dan kamu Misionaris Oblat Maria Imakulata, yang bekerja semakin serius untuk mengenal Kristus secara pribadi dan untuk memperkenalkanNya kepada orang-orang lain, teruskanlah mengikuti jejakNya dan berusaha untuk menjadi orang suci. Dengan berani kamu harus menempuh jalan yang telah ditempuh oleh sedemikian banyak pelayan Injil.”

Mari kita bersatu dalam doa bagi kemurnian hidup kita dan terutama bagi panggilan hidup sebagai Misionaris OMI.

Add a comment

 

Penyelamatanmu Sudah Dekat

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Minggu, 02 Desember 2018 23:34

Masa Adven merupakan masa penantian kedatangan Tuhan di tengah kehidupan manusia. Tuhan datang untuk membantu manusia menemukan kepenuhan hidup sebagaimana yang Tuhan sendiri rencanakan untuk kita semua. Rencana Tuhan adalah agar tidak ada seorang pun di antara umat manusia ini yang hilang atau tidak bersatu dengan-Nya. Untuk itulah Allah berinisiatif mendatangi manusia dan mendampingi atau menuntun manusia.  Seperti seorang gembala yang menuntun dombanya, Allah ingin menuntun domba-dombaNya menuju kepada kebahagiaan sejati.

Akan tetapi warta Adven yang pertama ini mengajak kita merenungkan datangnya hari akhir. Tanda-tanda yang menyertai sangat dahsyat nampak pada benda-benda angkasa. Suasananya digambarkan sangat mencekam oleh penginjil Lukas. Inikah kabar gembira yang ditampilkan pada minggu pertama Adven ini? Tentu saja Injil tidak dimaksudkan untuk menakuti-nakuti orang. Justru Injil dituliskan untuk mengajak setiap orang yang percaya menyadari apa yang sebenarnya diperlukan untuk kehidupan yang damai sejahtera di dunia ini.

Add a comment

 

Effata!

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Jumat, 14 September 2018 00:05

Bacaan Kitab Suci: Yesaa 325:4-7a, Mazmur 146:7-10, Yakobus 2:1-5

Bacaan Injil: Markus 7:31-37

Sabda Tuhan dalam bacaan-bacaan hari ini adalah sungguh Kabar Gembira! Semua perkataanNya baik dan indah. Apakah kita senang mendengarkan Sabda Tuhan hari ini? Apakah kita bersukacita dan mau menerima kata-kata itu?

Marilah kita ambil waktu sebentar untuk ada dalam bacaan-bacaan ini. Saya ingin mengundang kita semua untuk kembali membaca Mazmur hari ini:

Dia yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung, Tuhan membuka mata orang-orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar. Tuhan menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkanNya kembali, tetapi jalan orag fasik dibengkokkanNya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun!

Add a comment

 

Cek Kesehatan Spiritual

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Jumat, 24 Agustus 2018 00:12

Minggu Biasa XX - 19 Agustus 2018

Bacaan Pertama: Amsal 9:1-6

Bacaan Kedua: Efesus 5:15-20

Bacaan Injil: Yohanes 6:51-58

Saya ingin memulai Homili ini dengan Bacaan Kedua dari Surat Paulus dan mengundang Anda sekalian untuk melakukan Cek Kesehatan Spiritual:

Saudara-Saudariku,

1. Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, (Mari kita ambil 30 detik untuk diam sejenak)

2. Janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, (Kita sering berkata: Dia bodoh, kamu bodoh, mereka bodoh; Sekarang marilah kita berkata: Saya bodoh, ya, saya-lah yang bodoh!)

Add a comment

 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.