Puji Syukur Atas Rahmat Allah bagi Pengesahan Kongregasi Kita

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Minggu, 17 Februari 2019 17:13

Pada perayaan yang kita syukuri hari ini, Pastor Ortolon dalam bukunya “Oblat Maria Imakulata dalam Abad Pertama Keberadaannya” menulis:  “Setelah bekerja tanpa jeda selama beberapa minggu, pertemuan terakhir dijadwalkan pada 15 Februari 1826, di pagi hari.  Selama waktu yang tersisa itu, Bapa Pendiri terus berdoa di gereja yang besar dan indah, Gereja Santa Maria di Campitelli, yang terletak di alun-alun dengan nama yang sama, di seberang istana Kardinal Prefek.  Ia mengikuti 9 Perayaan Ekaristi, dan duduk di dalamnya hingga siang hari.  Sungguh sebuah sukacita besar di sore hari ketika ia mendengar bahwa Komisi Kardinal dengan suara bulat telah menyetujui secara resmi Aturan Hidup dan mengesahkan secara kanonik berdirinya Lembaga Misionaris Oblat untuk menjadi Kongregasi yang diakui penuh dan dibentuk oleh Gereja.  Dua hari kemudian, pada 17 Februari 1826, Paus Leo XII memberikan konfirmasi dengan otoritas tertingginya pada keputusan para Kardinal dan memerintahkan untuk menulis Surat Apostolik sebagai bukti resmi.  Pada saat yang sama, berkat kemurahan hatinya, Bapa Suci mengubah nama Oblat St. Carolus dengan nama yang lebih mulia – Oblat Maria Imakulata.”

Jangan kita lupakan pula bahwa ada persetujuan kedua yang diberikan oleh Paus Gregorius XVI melalui Surat Apostolik bertanggal 20 Maret 1846.  Bapa Suci senang  mendengar bahwa hanya dalam waktu yang sangat singkat, Kongregasi telah berkembang dengan cepatnya, bukan saja di Eropa, tetapi juga di wilayah-wilayah yang jauh sampai ke Amerika.

Itulah sebabnya sekarang ini kita rayakan 17 Februari sebagai hari syukur kepada Tuhan atas diakuinya Kongregasi kita.

Add a comment

 

Menjadi Yang Terakhir dan Pelayan Dari Semuanya

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Sabtu, 09 Februari 2019 01:11

Ketika saya ingin menjadi imam, hal yang saya bayangkan pada waktu itu adalah berdiri di depan umat, memimpin Ekaristi dengan pakaian khusus. Saya menjadi pusat perhatian di dalam Gereja. Saya membayangkan betapa hebatnya diri saya bisa tampil seperti itu. Setelah saya menjalani pendidikan untuk menjadi imam, saya baru sadar bahwa apa yang dulu saya bayangkan itu keliru. Menjadi seorang imam adalah menjadi pelayan umat. Meskipun imam berada di depan dan berbicara kepada banyak orang, dia melakukan semua itu dalam rangka melayani kebutuhan umat akan Sabda Tuhan. Dia tidak bisa melakukan tugasnya sebagai imam untuk kebanggaannya sendiri atau kepuasannya sendiri.

Add a comment

 

Meneladan Kristus

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Alya Denny Haloho, OMI Minggu, 13 Januari 2019 11:21

Peristiwa Pembaptisan Tuhan menjadi awal penampilan dan tugas perutusan Yesus di depan umum. Yesus dibaptis di Sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis ketika ia membaptis banyak orang. Banyak orang bertanya kepada Yohanes Pembaptis, apakah ia adalah Mesias, Juruselamat yang sangat dinantikan bangsa Israel untuk membebaskan bangsa Israel? Mereka bertanya karena Yohanes membaptis banyak orang. Yohanes Pembaptis menjelaskan bahwa ia membaptis dengan air (Luk 3:16). Ini berarti baptisan Yohanes adalah baptisan tanda pertobatan untuk mempersiapkan kehadiran Mesias yang dinantikan.

Add a comment

 

Surat Superior Jenderal untuk Pesta Santa Maria Imakulata

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Sabtu, 08 Desember 2018 00:06

L.J.C. et M.I.

Yang Terkasih Saudara-Saudara Oblat dan Semua yang menghidupi Karisma St. Eugenius de Mazenod,

Selamat Pesta Perawan Terberkati Maria Yang Dikandung Tanpa Dosa!  Pesta ini membawa sukacita dan harapan kepada kita semua yang terus melanjutkan mengambil arti dan pandangan baru dari perayaan 200 tahun usia Konstitusi dan Aturan Hidup kita yang ditulis oleh St. Eugenius de Mazenod untuk para Misionaris Provence dan pengikraran kaul pertama oleh mereka pada 01 November 1818.  Pesta Maria ini juga membawa arti penting dalam Tahun Panggilan Oblat karena setiap Oblat memperbaharui komitmennya untuk berkarya bagi panggilan menjadi seorang Oblat!

Pesta Maria Imakulata adalah perayaan yang memikat karena kita terpersona oleh keindahan panggilan untuk menjadi suci.  Paus Fransiskus menulis:  “Kesucian adalah wajah yang paling memikat dari Gereja.” (GE #9).  Maria Imakulata juga merupakan sebuah misteri cinta Tuhan yang memanggil kita untuk memperdalam kesetiaan pada komitmen misioner kita.  Dalam hal ini, seperti yang nanti akan saya sebutkan dalam surat ini, pesta yang kita rayakan mempunyai ikatan yang dalam dengan Sinode Kaum Muda, Discernment dan Panggilan.

Add a comment

 

Triduum Santa Maria Imakulata - Maria: Bunda Yang Sensual

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Sussanto, OMI Rabu, 05 Desember 2018 17:54

Pengantar

Menyambut Hari Raya St. Maria Imakulata biasanya Komunitas OMI mempersiapkannya dengan retret, rekoleksi, novena, triduum, bahkan pertobatan dan puasa, atau kegiatan rohani lainnya. Maksudnya adalah untuk mempersiapkan batin agar peristiwa itu bisa dirayakan dengan penuh sukacita dan bermakna. Tahun 2018 ini Komunitas Novisiat OMI mempersiapkan diri dengan triduum yakni tiga hari doa devosi kepada St. Maria Imakulata. Sekaligus para novis mempersiapkan diri untuk melaksanakan Kursus Gabungan Novis Psiko-Seksual yang akan dilangsungkan di Wisma Maya Kaliurang pada 07 – 11 Desember 2018. Oleh sebab itu tema yang direnungkan dimaksudkan untuk menghayati seksualitas secara utuh baik jasmani, mental maupun rohani.  Bertepatan dengan peringatan kanonisasi St. Eugenius de Mazenod (03 Des) dan Para Martir Oblat Laos (04 Des), semoga para novis semakin dimurnikan dalam mengikuti panggilan Tuhan.

Devosi Maria Imakulata atau Maria Yang dikandung Tanpa Noda sudah berkembang lama dalam Gereja. Paus Siktus IV pada tahun 1476 meresmikannya sebagai pesta perayaan umum Gereja setiap tanggal 08 Desember. Ia tidak membuat doktrin tersebut sebagai sebuah dogma sehingga membiarkan umat Katolik Roma untuk bisa percaya atau tidak tanpa resiko dituduh menentang ajaran Gereja. Selanjutnya Paus Pius IX melalui Konstitusi Apostolik Ineffabilis Deus pada tanggal 08 Desember 1854 menyatakan secara resmi Maria Imakulata sebagai dogma dan St. Eugenius terlibat.

Sedangkan pada tanggal 03 Desember 1996 Paus Yohanes Paulus II memberi gelar “Santo” bagi seluruh Gereja warisan mulia Sang Penyelamat kepada Eugenius de Mazenod. Pesan Paus: “Kaum muda-mudi yang terkasih, dalam St. Eugenius kamu sekarang memiliki seorang guru, pemimpin dan pelindung. Dalam ajarannya betapa baik kehidupan yang dipersembahkan untuk pelayanan Injil. Pada hari ini Gereja berterima kasih karena St. Eugenius yang telah mengenakan Kristus, mengorbankan hidupnya bagi pelayanan Injil Allah. Dan kamu Misionaris Oblat Maria Imakulata, yang bekerja semakin serius untuk mengenal Kristus secara pribadi dan untuk memperkenalkanNya kepada orang-orang lain, teruskanlah mengikuti jejakNya dan berusaha untuk menjadi orang suci. Dengan berani kamu harus menempuh jalan yang telah ditempuh oleh sedemikian banyak pelayan Injil.”

Mari kita bersatu dalam doa bagi kemurnian hidup kita dan terutama bagi panggilan hidup sebagai Misionaris OMI.

Add a comment

 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.