NOVENA PANGGILAN OBLAT 2021 (Bagian 02)

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Minggu, 23 May 2021 21:28

HARI KELIMA: KERAMAHAN

Bacaan Injil: Lukas 24:13-17, 25-27

Seringnya, seperti para murid yang berjalan ke Emaus, kita gagal untuk melihat Tuhan dalam diri orang-orang yang kita temui, dalam hal-hal yang kita kerjakan, dalam doa-doa yang kita daraskan.  Kita lalu mulai berpikir kita ini sendirian.  Padahal, dalam peziarahan kita, Yesus sendiri yang menghampiri kita dan berjalan bersama kita, mengikuti kita, dan mencoba untuk menghapus kekecewaan dan kesedihan kita dengan berkata, “Jangan kuatir, jangan takut.”  Kata-kata itu adalah kata-kata yang sama yang membuat Yosef percaya kepada Tuhan dan mengenali kehadiran Tuhan dalam hidupnya.  Yosef menyambut kehadiran Tuhan dalam keringkihan cerita hidup pribadinya, dan sekarang kita diundang untuk melakukan hal yang sama seperti yang diperbuat Yosef, mengenali kehadiran Tuhan dalam diri kita dan menjadikan hal itu sebagai Sejarah Yang Kudus.

 

NOVENA PANGGILAN OBLAT 2021 (Bagian 01)

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Kamis, 20 May 2021 21:40

Setiap tahun, kita bersatu dalam doa untuk memohon rahmat Tuhan supaya melimpahkan panggilan suci dalam keluarga kita.  Tahun ini, Komunitas Oblat di Novisiat Marino, Roma, mempersembahkan bagian dari Injil atau teks-teks Bapa Suci Fransiskus untuk menemani kita setiap harinya selama Novena.  Kami hadirkan beberapa bagian dari Surat Apostolik “Patris Corde” (Dengan Hati Seorang Bapa) di kala kita merayakan tahun khusus yang dipersembahkan kepada Santo Yosef, seorang tukang kayu dari Nazareth dan juga Pelindung Kongregasi, dan teladan persembahan diri Oblat.

Dalam masa pandemi yang terus-menerus menantang kita, Novena Panggilan Oblat semoga menjadi tanda pengharapan dalam Tuhan yang membuat segalanya menjadi baru, sambil terus mengingat bahwa dasar dari setiap panggilan suci adalah berasal dari panggilan Tuhan sendiri.  Dia tak pernah lelah untuk memanggil para pemuda yang muarh hati untuk menjadi tanda pengharapan bagi dunia yang sepertinya telah kehilangan pengharapan.  Pastor Louis Lougen, OMI, Superior Jenderal, mengingatkan kita semua bahwa kita ini “diperuntukkan bagi saat-saat seperti sekarang ini.”  Paus Pius XI memanggil kita sebagai “spesialis untuk karya misi yang paling sulit.”  Adalah terserah pada kita sekarang ini untuk menghidupi panggilan Oblat kita secara penuh dan menyaksikan keindahan panggilan itu, dan berdoa supaya tidak terjadi kekurangan misionaris di dunia ini.

Sebagai Novisiat di Provinsi Mediterania, kami gembira dapat berkontribusi pada Novena Panggilan kali ini karena inilah cara untuk menjangkau semua komunitas yang berhubungan dengan Misionaris Oblat Maria Imakulata.  Dengan rasa persatuan dan terima kasih, kami berharap hari-hari doa Novena ini dapat menjadi saat-saat kita dapat menghidupi bersama wasiat St. Eugenius dan menjadi “keluarga yang paling bersatu di dunia ini”, di mana pun kita berada.  Bersatu dalam doa, marilah kita selalu ada bersama Yesus di dalam Ekaristi; hanya di sanalah kita dapat bertemu setiap harinya dan menjadi satu.

(Novisiat Marino, Italia)

 

 

Berdoa Rosario Bersama Santo Yosef

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Bro. Benoit H. Dosquet,OMI Senin, 22 Maret 2021 20:11

Pada saat audiensi umum pada 01 Mei 2013, Paus Fransiskus mengingatkan kita tentang “Pentingnya dan keindahan berdoa Rosario Suci.  Saat mendaraskan Salam Maria, kita dituntun untuk berkontemplasi tentang misteri-misteri Yesus, yaitu, untuk berefleksi tentang waktu-waktu kunci dari hidupNya, sehingga, sama seperti Maria dan Yosef, Yesus menjadi Pusat dari pikiran-pikiran kita, Dia menjadi perhatian kita dan segala aksi kita.”

Untuk menggali inspirasi dari Rosario Santo Yosef, kami tawarkan kepada Anda lima misteri Santo Yosef, dengan meditasi dan komentar yang diambil dari Surat Apostolik “Patris Corde”.  Di akhir Rosario ini, kami mengundang Anda untuk mendaraskan Doa Oblat kepada Santo Yosef bagi panggilan para Oblat Bruder.

 

 

Mukjizat Terbesar Yesus: Tanda Nabi Yunus

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Reynold A. Sombolayuk, OMI Rabu, 24 Februari 2021 18:31

Renungan dari Injil Lukas 11:29-32

 

Beberapa hari yang lalu saya menonton film 47 Ronin. Film ini pertama kali tayang sekitar tahun 2013 yang lalu. Jadi filmnya sudah cukup jadul. Salah satu adegan dalam film itu adalah ketika Kai (anak campuran Jepang dan Inggris yang dipungut dan dibesarkan oleh Asano) memberitahu Oishi (penasihat utama Asano) tentang adanya penyihir di rombongan Kira (musuh Asano), tetapi Oishi mengabaikannya karena dia tidak suka dan bahkan merendahkan Kai. Namun ini mengakibatkan kematian tuan mereka, Asano, dan mereka pun dibuang. Ketidakpercayaan mendatangkan bencana.

Dalam Injil, kita juga mendengar bagaimana orang Yahudi dan orang Saduki meminta tanda kepada Yesus. Sebenarnya Lukas tidak menulis siapa yang meminta tanda, tetapi informasi ini kita ketahui dari Injil Matius yang memberi lebih banyak informasi. Apa itu tanda? Dalam Injil dipakai kata σημεῖον (semeion), yang diartikan tanda atau mujizat. Mengapa orang Yahudi dan Zaduki meminta tanda? Karena tanda adalah bukti atau legitimasi seorang nabi, misalnya Nabi Musa yang memberikan roti dari langit, atau Yoshua yang menghentikan peredaran matahari dan bulan, atau Elia yang memanggil api dari langit. Lalu legitimasi Yesus apa? Sebenarnya sudah sangat banyak. Ayat-ayat sebelumnya sudah menceritakan Yesus yang menyembuhkan dan mengusir setan Tapi apakah mereka percaya? Tidak! Karena mereka benci dengan Yesus. Mereka ingin mencobai atau menjebak Yesus. Mereka bahkan memfitnah Yesus dengan mengatakan bahwa Yesus melakukan kuasa itu dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan. Kedegilan hati mereka inilah yang membuat Yesus menyebut mereka angkatan yang jahat (γενεὰ πονηρά).

Yesus mengatakan: “…. kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus." Apakah tanda nabi Yunus itu? Tanda nabi Yunus tidak lain adalah wafat dan kebangkitan Yesus. Yunus tiga hari berada dalam perut ikan, demikian juga Yesus, selama tiga hari Ia berada dalam kematian. Hanya Allah yang punya kuasa atas maut. Inilah mujizat terbesar yang dibuat Yesus, yang tidak pernah ada orang atau nabi lain yang pernah melakukannya. Tetapi dengan tanda ini, apakah semua orang percaya? Tidak! Kita tidak usah bicara tentang orang yang tidak mengakui Yesus sebagai Mesias karena mungkin mereka tidak punya kesempatan. Bahkan mereka yang lahir dan dibesarkan dalam iman akan Yesus pun banyak yang menghianati Yesus.

Yesus menawarkan keselamatan kepada kita. Yesus tidak memaksa kita percaya kepadaNya karena Allah menghargai kehendak bebas manusia. Kita harusnya bersyukur karena kita percaya. Maka mari kita ungkapkan iman dan kepercayaan dalam Masa Prapaskah ini melalui pertobatan (mengubah perilaku yang tidak baik), puasa, doa, dan amal kasih. Semoga Allah memberkati kita. Amin.

 

(Penulis:  Pastor Renold A. Sombolayuk, OMI, Minister, Seminari Tinggi OMI "Wisma de Mazenod", Condongcatur, Yogyakarta)

 

 

Surat Pastor Jenderal OMI Pada Pesta 17 Februari 2021

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Selasa, 16 Februari 2021 18:49

SURAT PASTOR JENDERAL OMI PADA HUT 195 PENGESAHAN KONSTITUSI DAN ATURAN KONGREGASI

Paus Leo XII secara resmi menyetujui Konstitusi dan Aturan kita pada tanggal 17 Februari 1826. Sampai hari ini, Konstitusi dan Aturan kita telah direvisi dan diadaptasi selama 195 tahun; dan tetap menjadi “sarana istimewa bagi setiap Oblat untuk mengikuti jejak Yesus Kristus” (Konst.163). Kata Pengantar Konstitusi dan Aturan mengungkapkan visi yang berkobar di dalam hati Santo Eugenius: dimotivasi oleh cintanya kepada Kristus, dia memanggil orang lain yang ingin menghayati hidup suci, mewartakan Kristus kepada orang miskin dan bekerja untuk membangun kembali Gereja. Kehidupan yang saleh dari para penginjil tersebut sangat penting bagi evangelisasi yang efektif.

 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.