"Pergilah, dan Perbuatlah Demikian."

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Selasa, 16 Juli 2019 00:03

Bacaan Pertama:  Ulangan 30:10-14

Mazmur Antar Bacaan: Mazmur 69:14-17, 30-31, 33-34, 36ab, 37

Bacaan Kedua: Kolose 1:15-20

Bacaan Injil:  Lukas 10:25-37

 

Dalam Bacaan Pertama dari Kitab Ulangan, Musa berkata kepada segenap bangsa Israel:  “Hendaklah engkau mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dengan berpegang pada perintah dan ketetapan-Nya,

yang tertulis dalam kitab Taurat ini; dan hendaklah engkau berbalik kepada Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.  Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu, dan tidak pula terlalu jauh;  ....Firman itu sangat dekat  padamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, hendaklah engkau melaksanakannya.”

“... Firman itu sangat dekat padamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu....”

Saudari dan Saudaraku terkasih, kita berbicara tentang mulut dan hati, bukan kepala ( penalaran, kepintaran, pengetahuan, logika) atau mata (untuk melihat) atau telinga (untuk mendengar).  Maka, sekarang saya mengundang Anda sekalian untuk melakukan latihan kecil:  mari bersama kita pejamkan mata sebentar.... mari kita pusatkan perhatian kita pada mulut kita... untuk semua kata yang keluar dari mulut kita... kata-kata yang indah.... kata-kata penghiburan dan yang menguatkan, senyuman, pujian, doa...

Mari kita ucapkan terima kasih karena kita telah melakukan hukum Tuhan... Mari kita ucapkan terima kasih karena Firman Tuhan sangat dekat pada kita.  Mari kita ucapkan terima kasih, terima kasih, terima kasih (sambil meletakkan tangan kita pada mulut kita).

 

Pentakosta - Pembebasan dan Hidup Baru

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Rabu, 12 Juni 2019 19:31

Dalam Buku Doa Gereja, tertulis sebagai nasihat praktis: “Pentakosta adalah perayaan yang diwajibkan!”  Pentakosta berarti 50 dalam Bahasa Yunani.  Pentakosta adalah hari raya penting dari bangsa Yahudi pada hari kelimapuluh setelah Paskah yang memperingati pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir.  Bagi kaum Kristiani, Pentakosta adalah hari Roh Kudus memberikan hidup baru kepada semua orang, yakni Yesus yang telah bangkit dari kematian.

Oleh karena itu, sejalan dengan hal tersebut, saya mengajukan dua pertanyaan:  Apakah ada hubungan antara pembebasan dari perbudakan dan kebangkitan dari kematian?  Apakah ada hubungan antara Roh Kudus dan hidup baru?

Jawaban dari dua pertanyaan tersebut adalah, “Ya, tentu saja!”

Pentakosta adalah pembebasan dan hidup baru.

 

Surat Superior Jenderal untuk Pesta St. Eugenius de Mazenod

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Minggu, 19 May 2019 19:42

Kepada Saudaraku Para Oblat dan Semua Saudara/Saudari yang menghidupi Karisma Oblat,

Pesta St. Eugenius de Mazenod selalu membawa kita untuk memperbaharui keinginan hidup lebih setia seperti yang diminta oleh St. Eugenius:  dengan cinta kasih di antara kita dan semangat menyala-nyala untuk keselamatan jiwa-jiwa.  Semoga hari ini menjadi hari yang spesial untuk berdoa, berkumpul bersama dan perayaan sukacita!

Sebentar lagi, pada bulan Juli, para Superior Kongregasi akan bertemu dalam Rapat Interchapter (Tengah Kapitel) di Obra, Polandia.  Kami akan mengevaluasi sejauh mana keputusan-keputusan yang diambil dalam Kapitel Umum tahun 2016 telah dilaksanakan dan bagaimana untuk melaksanakannya lebih lanjut.  Persiapan untuk Kapitel mendatang juga akan dimulai dalam Rapat Interchapter ini.  Mohon doa dari kita semua pada Roh Kudus agar kami dapat lebih efektif dalam menjawab arahan-arahan bagi Kapitel Umum mendatang.

Dalam bulan Januari tahun ini, para anggota Dewan Jenderal berada di Palermo, Sisili, untuk mengikuti jejak St. Eugenius de Mazenod.  Di Palermo, Eugenius menghabiskan tahap akhir pengungsiannya dari tahun 1799 hingga 1802 sebelum akhirnya ia kembali ke Perancis.  Eugenius ada di Palermo saat usianya 17 hingga 20 tahun.  Dalam peziarahan ke Palermo, kami dituntun oleh seorang anggota AMMI, Enzo David, dan Ileana Chinnici, Presiden Institut Sekuler COMI (Pekerjasama Misionaris Oblat Imakulata)

Kami habiskan waktu berjam-jam di jalan-jalan Palermo untuk melihat daerah tempat tinggal Eugenius, “Palazzi” (istana – red) dari keluarga-keluarga terpandang yang sering dikunjungi Eugenius dan gereja-gereja yang sering didatanginya.  Kami masuk dalam hidupnya sebagai bangsawan muda, berhenti di berbagai situs untuk membaca surat-surat dan memoarnya.  Kami bersentuhan dengan aspek-aspek yang berbeda dari kepribadian Eugenius dan kami mengenali bahwa pengalaman-pengalaman tinggal di Palermo sungguh meninggalkan bekas-bekas dalam kepribadiannya, masa depannya, dan Karisma Oblat.

 

Hidup Kita Harus Berbuah

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Senin, 25 Maret 2019 11:34

Minggu Prapaskah III/Tahun C

Bacaan Pertama: Keluaran 3:1-8a, 13-15

Mazmur Antar Bacaan: Mazmur 103:1-4, 6-8, 11

Bacaan Kedua: 1 Korintus 10:6, 10-12

Bacaan Injil: Lukas 13:1-9

 

“Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?... Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?”

Saudari-Saudara, ada dua godaan besar dalam hidup rohani kita.

Godaan pertama mewujud dalam kata: hukuman.  Kita tergoda untuk berpikir dan percaya bahwa ada hubungan langsung antara kesusahan dan hukuman Tuhan: “Saya sakit karena saya berdosa; saya celaka karena Tuhan marah pada saya; Saya terbelit masalah ini karena saya tidak berada di jalan Tuhan” – dan seterusnya... Singkatnya, “Tuhan menghukum saya.”

 

Menjadi Seperti Anak Kecil

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor F.X. Rudi Rahkito Jati, OMI Minggu, 03 Maret 2019 19:06

Bacaan Injil:  Markus 10:13-16

...

Salah satu Sabda Tuhan dalam Injil Markus 10:13-16 berbunyi: “Aku berkata kepadamu sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti anak kecil, dia tidak akan masuk kedalamnya.”

Apakah Kerajaan Allah itu?

Kerajaan Allah merupakan salah satu tema besar pengajaran/pewartaan Tuhan Yesus.  Di mana pun, ke mana pun Dia pergi, Dia sering berbicara tentang Kerajaan Allah.  Kerajaan Allah itu sama artinya dengan Allah yang meraja.  “Tetapi jika aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” (Lukas 11:20).  Dalam diri Yesus, Allah datang ke tengah-tengah umat.  Dia mulai meraja di tengah-tengah umatNya.  Lalu, apakah dan siapakah anak kecil itu?

 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.