Jangan Takut!

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Senin, 25 Juni 2018 22:12

Pesta kelahiran St. Yohanes Pemandi dirayakan secara khusus oleh Gereja karena dialah tokoh yang mendahului kedatangan Yesus  sebelum berkarya di depan umum. Sebagaimana tokoh-tokoh yang mendapatkan misi dari Tuhan, kelahiran Yohanes Pemandi penuh dengan misteri. Ayahnya, Zakharia, seorang imam yang bertugas untuk memimpin doa dan persembahan di Bait Allah. Dia berasal dari katurunan imam Abia.  Pada zaman itu ada banyak kelompok imam. Mereka bertugas secara bergiliran. Pada saat Zakharia bertugas, dia mendapatkan penampakan Malaikat yang mengabarkan bahwa istrinya, Elisabeth, akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Mereka sudah lama berkeluarga dan nampaknya juga sudah putus asa dalam mengharapkan kelahiran anak. Tiba-tiba Zakharia mendapatkan berita bahwa akan mempunyai seorang anak. Zakharia tidak percaya dengan kabar itu. Mereka sudah lanjut usia dan mungkin mereka juga sudah mencoba berbagai macam terapi untuk mendapatkan anak. Tidak berhasil. Apakah masih ada yang dapat diharapkan?

Add a comment

 

Surat Dari Seorang Mantan Koruptor

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Kamis, 21 Juni 2018 20:05

MARI BELAJAR DARI ZAKHEUS!  (Lukas 19:1-10)

(Perhatian: Bila Anda merasa sebagai seorang koruptor, sebaiknya Anda  jangan membaca renungan ini!)

Pada suatu hari saya menerima sebuah surat. Pengirimnya tanpa nama alias anonim.  Meski demikian, bagi saya, isinya sangat menarik dan ada baiknya saya sharingkan juga kepada Anda sekalian pada saat ini. Demikian bunyi surat itu:

Yth Pastor di tempat,

Salam sejahtera. Izinkan saya untuk berbagi cerita dengan Pastor. Meski saya tidak mencantumkan nama saya pada sampul belakang surat ini, sudilah Pastor tetap membaca surat ini. Saya tidak keberatan, bahkan akan sangat berterima kasih seandainya Pastor juga berkenan memuat surat saya ini dalam majalah Gereja.

Saya Suka Korupsi

Saya adalah seorang mantan koruptor. Saya pernah mengumpulkan banyak uang dalam waktu yang relatif singkat tanpa harus mengeluarkan banyak keringat. Uang yang saya peroleh melalui korupsi kadangkala jumlahnya jauh lebih banyak dari pada gaji bulanan saya.  Saya adalah seorang sarjana teknik lulusan sebuah perguruan tinggi di luar negeri. Sepulang dari luar negeri, saya bekerja di sebuah perusahaan  minyak swasta. Setelah beberapa tahun meniti karier, akhirnya saya menjadi salah seorang manajer di perusahaan tersebut. Sebagai orang yang berposisi manajer, saya sering memberikan instruksi kepada karyawan untuk membersihkan gudang dari timbunan material-material yang angka penyusutannya sudah dianggap mencapai 100%. Saya kemudian menjual material itu sebagai “rongsokan” kepada para pengumpul besi tua. Sebagian besar hasil penjualan itu masuk ke rekening saya di bank.  Sebagian kecil masuk ke perusahaan sebagai pemasukan tambahan.

Add a comment

 

Kerajaan Allah Laksana Biji Kecil

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Minggu, 17 Juni 2018 20:36

Pada waktu kita kecil, orang dewasa selalu bertanya kepada kita, “Nanti kalau sudah besar kamu mau menjadi apa?” Dan kita menjawab menurut apa yang pada waktu itu kita kagumi, misalnya: guru, romo, dokter, tentara, polisi, insinyur dan sebagainya. Kita ingin menjadi orang hebat menurut pandangan kita pada waktu itu. Apakah yang kita katakan itu menjadi kenyataan pada saat ini? Ada beberapa yang sungguh terjadi, lebih banyak yang tidak terjadi. Apakah itu salah kita? Tentu saja tidak. Kita masing-masing bertumbuh dan menjalani profesi sesuai dengan bakat yang dianugerahkan Tuhan. Seringkali kita tidak pernah menduga atau merencanakan dengan jelas sebelumnya. Hari demi hari kita menekuni dengan sepenuh hati dan akhirnya membuahkan yang oleh orang disebut kesuksesan atau keberhasilan.

Bacaan Injil Markus 4:26–34 mengisahkan dua perumpamaan tentang Kerajaan Allah yang digambarkan oleh Yesus dengan benih. Yang pertama, benih yang ditabur di tanah itu mempunyai daya kekuatan dari dalam untuk tumbuh. Manusia yang menaburkan tidak pernah tahu bagaimana proses pertumbuhannya. Dia hanya menjaga agar benih itu terus hidup dan akhirnya menghasilkan buah. Yang kedua, benih kecil itu ketika tumbuh dapat menjadi tanaman yang besar. Burung-burung pun dapat membuat sarang dan tinggal di sana. Satu hal yang sama sekali tidak pernah diduga kalau melihat biji pohon itu sangat kecil dan tak berarti.

Add a comment

 

Inilah Tubuhku Yang Kuserahkan Padamu

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Minggu, 03 Juni 2018 19:22

Salah satu warisan Yesus yang sangat mengagumkan bagi saya adalah Ekaristi. Ekaristi adalah sebuah perjamuan makan. Ternyata makan bersama bisa menjadi sebuah peristiwa rohani. Makan bersama bukan hanya sekedar duduk mengelilingi meja dan menyantap semua hidangan yang disajikan sampai kenyang. Makan bersama satu meja adalah saat orang bisa berbagi satu sama lain. Pertama-tama tentu saja berbagi makanan. Semua yang duduk di situ mendapat makanan dan dipuaskan. Kedua, berbagi kehadiran. Tidak ada yang dipandang sebagai patung mati. Semua yang duduk mengelilingi meja diakui kehadirannya dan mendapatkan yang dia perlukan. Ketiga, berbagi kehidupan. Orang berbicara, bercerita satu sama lain. Masing-masing membawa hidupnya dan membagikannya kepada semua yang duduk makan, sehingga semakin dikenal dan mengenal.

Add a comment

 

Keluarga "Broken Home", Keluarga Harapan Gereja

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Yohanes Damianus, OMI Rabu, 09 May 2018 00:59

Keluarga “Broken Home”, Keluarga Harapan Gereja - Sebuah Tawaran Perspektif

 

Pengantar

Artikel ini bukanlah tulisan yang ingin menekankan suatu pnadangan teologis tertentu, atau bentuk refleksi psikologi dan ilmu sosial. Artikel ini hanyalah suatu tulisan refleksi pribadi. Refleksi kecil ini  berangkat dari aneka pengalaman penulis, utamanya dalam soal membantu keluarga-keluarga yang mengalami berbagai masalah dan bahkan kerap kali berujung pada perpisahan sementara atau bahkan perceraian. Karenanya, artikel ini tidak memanfaatkan penelitian-penelitian ilmiah dari sudut psikologi dan ilmu sosial lainnya. Demikian juga tidak akan digali dasar-dasar teologis yang rumit serta aturan dan ajaran Gereja yang luas tentang moralitas hidup berkeluarga. Penulis hanya ingin berbagi pandangan sederhana  seputar permasalahan hidup keluarga.

“Broken home”, suatu istilah yang tidak tepat

Masalah dalam hidup berkeluarga dialami oleh orang dari berbagai suku, ras, bangsa, agama, kepercayaan dan penganut ideologi apapun. Masalah itu bisa ditimbulkan oleh persoalan ekonomi, pendidikan, pergaulan sosial, perbedaan agama, perbedaan ideologi, perbedaan prinsip-prinsip hidup, perbedaan kultur, perbedaan selera, dan aneka perbedaan lainnya. Perbedaan-perbedaan itu menjadikan pasangan-pasangan tertentu yang membentuk keluarga tidak kunjung mendapatkan titik temu kesepahamannya.  Kedua belah pihak, suami dan isteri, mengalami masalah yang rupanya semakin berat dari hari ke hari. Perbedaan yang tak kunjung mendapat titik terang rekonsiliasinya inilah yang kerap berujung pada perpisahan sementara atau bahkan perceraian.

Add a comment

 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.