Paskah: Memancarkan Keberadaban ...

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Jumat, 21 April 2017 18:07

Paskah: Memancarkan Keberadaban dengan Hidup Berkeadilan

Setiap kali merayakan Paskah, kita mendengarkan kutipan yang diambil dari Kitab Keluaran Bab 12, yang mengisahkan tentang pembebasan Bangsa Israel dari perbudakan di Mesir dengan dipimpin oleh Musa. Paskah artinya Tuhan lewat.  Tuhan berinisiatif untuk meninggalkan tahtaNya.  Dia turun dan ikut campur tangan dengan persoalan yang dihadapi oleh bangsa pilihanNya.  Tuhan hadir untuk membebaskan umat Israel dari perbudakan bangsa Mesir. Peristiwa pembebasan ini menghantar Bangsa Israel berubah status dari manusia budak menjadi manusia merdeka, dari manusia terjajah menjadi manusia yang menentukan nasibnya sendiri, dari orang yang tak berdaya menjadi orang yang bebas bergerak ke mana-mana. Mereka hanya perlu mengikuti petunjuk Musa sebagai orang yang dipilih Tuhan untuk memimpin umatNya. Tuhan meminjam tangan Musa untuk memulihkan martabat kemanusiaan Bangsa Israel sebagai yang dikasihi Allah.

Add a comment
 

Kisah Sengsara Kristus

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Jumat, 14 April 2017 11:40

Kita tidak terlalu nyaman mendengar kata “ Passio - Kisah Sengsara”.  Kata itu  membuat kita takut karena kata itu memaparkan penderitaan yang mengerikan. Kita tidak tega dengan penderitaan Kristus, meski kita tak mampu pula meredakan penderitaanNya. Passio ditampilkan untuk membantu kita menghayati Pekan Suci, Inilah pekan pencobaan dan sengsara.

Pertanyaannya adalah: mengapa Yesus harus masuk ke Yerusalem?  Dan, bagaimana Ia masuk ke Yerusalem? Orang banyak mengelu-elukan Dia seperti seorang raja dan Ia tidak menolak, Ia tidak berkata apa-apa, Ia menerimanya.  Tetapi Raja macam apa Yesus itu?  Marilah kita memandangNya. Ia mengendarai seekor keledai, Ia tidak mempunyai pengikut yang mengiringiNya, Ia tidak dijaga oleh pasukan tentara – lambang kekuatan.  Mereka yang ada bersamaNya adalah rakyat jelata yang sederhana yang melihat Yesus dari sudut pandang yang berbeda; Mereka adalah orang-orang yang percaya dan berkata, “Dia adalah Sang Juruselamat!”

Add a comment

 

Kekerasan Hati vs Kerendahan Hati

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Minggu, 09 April 2017 16:59

Kita memasuki Pekan Suci dengan merayakan Minggu Palma atau Minggu Sengsara. Pengalaman penderitaan atau ketidakberdayaan adalah pengalaman manusia, dapat dialami oleh siapa saja. Sebagai manusia dengan berbagai kelemahannya, kita terus menerus bergumul dalam tarikan dua kutub: kutub kebaikan dan kutub kejahatan. Keduanya berusaha menarik manusia untuk pergi ke satu kutub dan meninggalkan yang lain. Ketika kutub kejahatan menang, kita sudah tahu bahwa buah atau hasilnya adalah kesusahan dan ketidak-bahagiaan. Ketika kutub kebaikan menang, buahnya adalah damai dan sukacita yang melimpah. Namun kalau tidak kuat dalam iman, kita cenderung tertarik ke kutub kejahatan karena kelihatan lebih mudah, lebih sederhana, lebih menyenangkan, lebih menarik.

Peristiwa perjalanan Yesus ke Yerusalem dengan mengendarai keledai menampilkan banyak simbol:

Pertama, keledai adalah kuda beban. Keledai bukan untuk berperang. Orang yang mengendarai keledai tidak dapat beradu kecepatan. Keledai adalah binatang yang sulit dikendalikan. Dengan mengendarai keledai, Yesus tampil bukan sebagai ancaman bagi orang lain. Yesus tidak sedang mau berperang melawan pasukan bersenjata. Sebaliknya, Yesus tampil sebagai seorang yang rendah hati. Dalam situasi sulit, Yesus tetap dapat mengendalikan tungganganNya. Yesus tampil sebagai Penguasa, sebagai Raja, tetapi cara Dia memerintah atau menampilkan diri tidak dengan mengancam melainkan dengan kerendahan hati dan kelemahlembutan.

Add a comment

 

Tuhan Menjadikan Segalanya Baik

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI Jumat, 31 Maret 2017 13:53

Bacaan Kitab Suci Minggu Prapaskah IV:

Bacaan Pertama: Samuel 16:1b.6-7.10-13a

Mazmur: 23:1-3a.3b-4.5.6

Bacaan Kedua: Efesus 5:8-14

Bacaan Injil: Yohanes 9:1-41

 

Ketika pertama kali melihat video Nick Vujicic, saya sangat kagum dan terheran-heran. Nick adalah seorang yang terlahir tanpa tangan dan kedua kakinya sangat kecil dan pendek, namun tubuh dan kepalanya normal. Dalam kondisi seperti itu, Nick tampil sebagai motivator dan pewarta Injil. Cacat fisik yang bagi banyak orang dipandang sebagai sebuah penghalang hidup, bagi Nick justru menjadi berkat yang dapat mengubah pandangan orang banyak. Dengan kondisi cacat fisik seperti itu, Nick berhasil berdamai dengan dirinya. Dia tidak melihat cacat itu sebagai halangan untuk maju dan berkembang, bahkan membagikan berkat bagi banyak orang. Nick mengatakan bahwa semua itu terjadi berkat perjumpaannya dengan Yesus yang wafat di Salib. Nick hanyalah salah satu dari sekian banyak pribadi yang mengalami keterbatasan fisik. Namun, keterbatasan itu justru membuat kehadiran Tuhan lebih nyata dalam kehidupan manusia. Bagi Tuhan tak ada yang mustahil.

Add a comment

 

Datang kepada Mata Air dari Air Hidup

Artikel - Saat Merenung

Ditulis oleh Administrator Senin, 20 Maret 2017 00:25

Bacaan Kitab Suci Minggu Prapaskah III:

Bacaan Pertama:  Kejadian 17:3-7

Mazmur Tanggapan: Mazmur 95:1.2.6.7.8.9

Bacaan Kedua:  Roma 5:1-2, 5-8

Bacaan Injil: Yohanes 4:5-42

 

Saudari-Saudara, bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini, khususnya Bacaan Pertama dan Bacaan Injil, berbicara tentang air.  Bacaan Pertama menampilkan perilaku bangsa Israel: “Sekali peristiwa, setelah bangsa Israel melewati padang gurun Sin, dan berkemah di Rafidim, kehausanlah mereka di sana.  Maka bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata, ‘Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir untuk membunuh kami, anak-anak dan ternak kami dengan kehausan?’”

Kata-kata kuncinya:  padang gurun dan kekurangan air!

Bacaan Injil juga berbicara tentang air: “Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu.  Hari kira-kira pukul dua belas.  Maka datanglah perempuan Samaria hendak menimba air.  Kata Yesus kepadanya, ‘Berilah Aku minum!’”

Kata-kata kuncinya: letih dan minum!

Add a comment

 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.