Meditasi untuk Persiapan Perayaan Kaul Pertama 01

Artikel - Saat Merenung

MEDITASI UNTUK PERSIAPAN PERAYAAN KAUL PERTAMA 01 NOVEMBER 1818

 

PENGANTAR

“Kita sekarang haruslah memahami, lebih dari biasanya, kebutuhan untuk menjadi seorang religius yang sempurna supaya kita dapat menjadi misionaris yang baik.  Kita harus yakin bahwa cara yang paling efektif untuk jiwa-jiwa menghasilkan buah yang luar biasa adalah lewat kekudusan hidup dan praktek kesetiaan pada tugas-tugas yang dinyatakan pada kita.” (Eugenius de Mazenod pada pembukaan Kapitel Umum tahun 1850)

Dalam persiapan Perayaan Kaul Pertama 01 November 1818, Komite Umum untuk Para Bruder Oblat untuk tahun 2020 telah memilih beberapa meditasi berdasarkan sosok Pastor Francois de Paule Henry Tempier.  Beliau adalah “Bapa Kedua” Kongregasi kita, yang memainkan peran penting bersama dengan Bapa Pendiri.

Pada tengah malam tanggal 08/09 April 1870, Pastor Tempier wafat di Paris.  Pada 08 April 2020, dalam masa isolasi karena wabah virus korona, 150 tahun wafatnya “paru-paru kedua” Kongregasi ini berlalu begitu saja, cocok dengan hidupnya yang tenang.

Pastor Beaudoin, OMI (+)  dalam prakata biografi Pastor Tempier menulis: “Untuk lebih dari 100 tahun, ‘tangan-tangan yang mampu’, meski tidak banyak, tidaklah juga berkekurangan.  Tetapi ‘biografi yang menarik’ tentang PastorTempier tidak pernah ada, kecuali obituari yang ditulis oleh Pastor Fabre sehari setelah wafatnya Pastor Tempier.  Hal ini disebabkan karena’materi-materi indah tentang hidupnya yang panjang’ memang tidak ada….”

Dalam peringatan hari wafatnya Pastor Tempier, kita mengenang keputusannya untuk berkaul kemiskinan di tahun 1820. Dua ratus tahun yang lalu, di bulan November 1820, di akhir retret persiapan pembaruan kaul, Pastor Tempier memutuskan untuk berkaul kemiskinan.  Baru pada tahun 1821, dalam Kapitel Umum, Bapa Pendiri menetapkan kaul kemiskinan bagi seluruh Kongregasi.

Terkadang kita bertanya-tanya, bagaimana Pastor Tempier mampu dengan baik menjalankan semua tanggungjawabnya.  Beberapa yang dapat disebutkan, dapat kita baca dari yang disebutkan oleh Pastor Beaudoin: “Sewaktu ia menjadi Superior Seminari Menengah, Pastor Tempier juga menjabat sebagai Vikaris Jenderal Keuskupan, Asisten Jenderal Kongregasi, Superior dari beberapa komunitas religius, kolaborator Uskup dalam pembangunan, dan administrator keuangan dari sejumlah biara, proyek-proyek, dan gereja-gereja di Marseilles, juga untuk rumah-rumah Oblat di Perancis….”

Kami telah memilih beberapa aspek dari sosok Oblat ini. Untuk setiap meditasi, kami tawarkan teks pembuka, satu atau lebih referensi hidup Pastor Tempier, dan waktu untuk refleksi mendalam.  Kami mengundang Anda untuk mengakhirinya dengan doa pribadi.

Semoga lewat beberapa meditasi ini, kita dialiri semangat untuk meneladan Pastor Tempier; Semoga meditasi-meditasi ini menginspirasi kita untuk mencintai Yesus Kristus, Gereja, Kongregasi, dan dunia.

 

Catatan:

Kutipan-kutipan yang dipakai diambil dari teks berbahasa Perancis, bukan dari teks berbahasa Inggris.

Terdapat 9 meditasi untuk 9 hari menuju Perayaan Kaul Pertama 01 November.

 

Komite Umum untuk Para Bruder OMI

Bruder Benoit H. Dosquet, OMI

 

MEDITASI 01:

MASA KECIL DAN REMAJA

“Menjadi Kristiani adalah panggilan untuk mencintai, panggilan untuk persahabatan.” (Paus Fransiskus tahun 2013)

“Sosok Abraham mengingatkan kita bahwa tidak ada seorang pun menjadi Kristiani secara kebetulan – tidak ada seorangpun.  Panggilan adalah untuk pribadi per pribadi, dengan janji: ‘Pergilah, Aku menyertaimu.  Aku berjalan di sampingmu.’  Yesus juga berjanji pada Hari KenaikanNya ke Surga: ‘Aku akan ada bersamamu selamanya.’  Tuhan menyertai manusia, Tuhan memanggil kita dengan nama kita, Tuhan menjanjikan keturunan. Inilah jaminan kaum Kristiani: bukan kecelakaan, tetapi sebuah panggilan – panggilan yang mengisyaratkan masa depan.  Menjadi Kristiani adalah panggilan untuk mencintai, persahabatan – panggilan untuk menjadi anak Allah, saudara-saudari Yesus, untuk menjadi buah-buah melimpah dalam menularkan panggilan ini kepada sesame, untuk menjadi alat panggilan itu sendiri […]  Jika ada masalah dan kesukaran dalam hidup seorang Kristiani, selalu ada jaminan: Tuhan telah memanggilku, Tuhan ada bersamaku, Tuhan telah berjanji padaku.  Tuhan itu setia dan tak dapat menyangkal DiriNya sendiri.  Dialah Kesetiaan itu sendiri.  Meskipun semua orang adalah pendosa, setiap orang haruslah bergerak maju bersama Tuhan – maju bersama janji yang telah Dia buat, janji akan kelimpahan…. Dia tidak akan pernah meninggalkan kita.  Keyakinan Kristiani ini akan membawa kebaikan bagi kita.” (kutipan dari meditasi pagi Paus Fransiskus di Kapel Santa Martha tentang “Panggilan Abraham”, 25 Juni 2013)

Pastor Tempier lahir di Saint-Cannat pada 01 April 1788, dari keluarga petani Katolik yang jujur.  Ia dibaptis sehari setelah kelahirannya, dengan nama Henri dan Francois de Paul (Fransiskus dari Paula- red).

Perancis dengan cepat masuk ke dalam masa-masa suram Revolusi Perancis, Teror dan Konstitusi Sipil bagi Kaum Religius.

Kita tahu identitas mereka yang bersama Bapa Pendiri berkumpul untuk pertama kalinya,  mereka yang tidak mengindahkan hidupnya, mempersembahkan diri untuk  memelihara iman.  (bdk. Tahbisan klandestin Pastor Mie dan Pastor Maunier.)

Di Aix, menindak-lanjuti Konstitusi Sipil Kaum Religius, ada keterpecahan antara para imam yang konstitusional dan para imam yang menolak untuk bersumpah atas dasar konstitusi sipil itu.  Gereja Milles, paroki tempat keluarga Tempier memiliki peternakan, digembalakan oleh para imam yang menolak konstitusi.  Gereja pun ditutup berdasarkan dekrit.

Francois de Paul dan dua temannya yang juga menjadi imam, Michel Figuiere dan Jean Joseph Reynaud, sedang mempersiapkan diri untuk Penerimaan Komuni Pertama.  Sebenarnya mereka bisa bergabung dengan anak-anak calon Komuni Pertama dari Katedral Aix yang para imamnya menerima konstitusi, tetapi mereka punya cara yang berbeda……  Pada tahun 1860, Pastor Tempier berbagi kepada para skolastik di Montolivet:

“…. Pada pagi yang indah di tahun 1799…. Dalam sebuah kamar sederhana di salah satu jalanan Kota Aix…. Mereka berumur antara10-12 tahun.  Tidak ada nyanyian, tidak ada musik yang mengalun, mungkin hanya sedikit bunga dan lebih banyak hingar-bingar pengaturan.  Itulah yang dapat dipersembahkan ketiga teman kita kepada Tuhan yang datang mengunjungi mereka.  Mereka kaum miskin, tetapi dengan menerima Yesus Kristus ke dalam hati, hati mereka penuh dengan kemurahan hati. Doa syukur mereka panjang dan berapi-api.  Hanya Tuhan yang tahu rasa cinta dan syukur yang dilambungkan oleh ketiga anak ini.  Kita tahu jawaban yang diberikan Tuhan atas doa yang mereka lambungkan dengan kerendahan hati dan cinta yang kuat.

Setelah mereka selesai berdoa, ketiganya – tanpa lebih dulu berkonsultasi atau saling mengutarakan isi hatinya – mendatangi pembimbingnya dan memohon untuk segera diajari Bahasa Latin.  Mereka ingin menjadi Imam.” (Oblat Writings II, 1 Roma 1991, Hal. 16-17)

 

Saat Anda membaca kesaksian yang menyentuh hati ini, kami mengundang Anda untuk membaca atau mengenang kembali masa kecil atau masa remaja Anda untuk menemukan jejak-jejak karya Tuhan:

 

Untuk lebih jauh lagi –

  • Aku melihat hidupku lewat mata Tuhan.
  • Aku memilih satu peristiwa di masa kanak-kanak dan masa mudaku.
  • Aku mengingat hal-hal baik yang aku terima dalam masa kecil dan masa remajaku yang membawaku untuk mengucap syukur dan terima kasih kepada Tuhan.
  • Aku melihat sumber kesedihan atau keputus-asaanku dan memohon pada Tuhan untuk membantuku memahami mengapa aku bertindak seperti yang kulakukan dan memohon ampun pada Tuhan.
  • Lewat peristiwa tersebut dalam hidupku, aku mohon pertolongan Tuhan.
  • Aku menutup meditasi dengan doa “Bapa Kami” atau doa kepercayaan, menempatkan diriku ke dalam tangan Tuhan.

 

(diterjemahkan secara bebas oleh Tim Website OMI Indonesia dari artikel "Meditations to Prepare for the Anniversaryof the First Vows of November 1, 1818" yang terbit di www.omiworld.org)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.