Meditasi Kaul Pertama 05 - Panggilan dan Formasi Kaum Muda

Artikel - Saat Merenung

Kristus Memanggil Melalui Kita – Konstitusi # 52

“Kristus tak henti-hentinya memanggil orang untuk mengikutiNya dan memaklumkan Kerajaan Allah.  Kita harus sadar bahwa seringkali karena melihat kegembiraan dan kemurahan hati kita, orang terketuk untuk turut menjawab panggilanNya.  Kita memanfaatkan semua kesempatan untuk membuat ornag mengerti betapa mendesaknya kebutuhan Gereja dan dunia serta cara-cara Kongregasi menjawab kebutuhan tersebut.  Kita juga berdoa dan mengajak orang berdoa supaya Pemilik Ladang mengirimkan pekerja-pekerja ke panenanNya.”

Tim Formasi: “Disatukan oleh cintakasih dan dijiwai oleh semangat yang sama, dalam kesatuan pandangan dan tindakan, Tim Formasi membantu Pimpinan dalam perkembangan karya formasi.  Jangan sampai mereka hanya mengikuti pandangan sendiri sehingga mereka membuat kesalahan yang menyimpang dari nilai kebaikan bersama.  Mereka akan berusaha tanpa henti membentuk Kristus dalam diri para formandi dengan bantuan Bunda Perawan Maria Imakulata, yang dalam perlindungannya mereka mengajarkan kepada para formandi untuk percaya penuh dalam segala situasi.” (Teks Konstitusi Tahun 1853)

 

Sepanjang hidupnya, Pastor Tempier menaruh minat pada penerimaan calon baru dan panggilan.  Ia adalah Bapa Sejati untuk para skolastik dan seminaris, meski ia adalah seorang penuntut.

 

“Panggilan itu penting,” tulisnya kepada Mgr. Arbaud dalam suratnya di tahun 1825. “Adalah sifat alami dan dalam tatanan bahwa sebuah kongregari akan menerima calon-calon baru di tempat-tempat mereka ada.  Jika tidak ingin kongregasi binasa… setidaknya sebuah kongregasi terikat sedemikian rupa pada buaian, tanpa pernah dapat memperpanjang dahan-dahannya.” (Surat Pastor Tempier kepada Mgr. Arbaud di Gap, 16 November 1825, Ecrit Oblats II, 2 Roma, 1987, Hal. 65.)

Di atas segalanya, Pastor Tempier adalah seorang saksi lewat hidupnya dan lewat hidup berkomunitasnya.

Seorang Novis, Collin, bersaksi akan hal ini, “Aku mengasihi saudara-saudaraku….. Aku sangat tertarik dengan praktik kebajikan lewat teladan-teladan mengagumkan yang mereka berikan kepadaku….” (Surat Collin kepada Bapa Pendiri, Desember 1820, Ecrit Oblats II, 1 Roma 1987, Hal. 38.) – “Ketidak-hadiranmu membuatku “aku tak tahu harus berkata apa”, sebuah kekosongan yang hanya dapat diisi olehmu.  Tidak semua orang punya ketrampilan yang demikian, kebijaksanaan, untuk memimpin sebuah komunitas.” (Surat Collin kepada Pastor Tempier, 01 November 1821, Ecrit Oblats II, 1 Roma 1987, Hal. 41)

Di tahun 1820, saat Pastor Tempier menjadi Magister Novis di Laus, ia menulis, “Aku semakin bersukacita dengan Komunitas ini.  Mereka memberiku kesusahan dengan menanggalkan segala yang mereka punya di kamar mereka…. Hal ini memang perlu… untuk membuat semuamnya menjadi sama.  Saudara Ignatius (Ignace Voitot, Novis Koajutor pertama dalam Kongregasi) ingin secara penuh terlibat sebagai anggota penuh dari keluarga ini.” (Surat Pastor Tempier kepada Bapa Pendiri, 09 Desember 1920, Ecrit Oblats II, 1 Roma 1987, Hal. 39)

Saat ia menjadi Superior di Seminari Menengah, ia tahu caranya menciptakan atmosfir kerjasama dan cintakasih persaudaraan.  Seorang Seminaris, Dassy, yang ingin bergabung dengan Kongregasi menulis bahwa yang membuatnya tertarik akan hidup religious – meski tak mudah – adalah “persatuan ini, cintakasih ini, yang membuat semua anggota komunitas religius bersukacita – dan khususnya Komunitas Anda, yang membuat engkau menempatkan orang lain di depanmu.  Yang selalu menerpaku adalah kedamaian jiwa, sukacita yang tak dapat digantikan, yang dibagikan di antara mereka yang hanya memiliki Tuhan sebagai Ayah mereka dan Maria sebagai ibu mereka.” (Ecrit Oblats II, 1 Roma 1987, Hal. 57)

Atmosfir yang menguasai novisiat Laus membuat Novis Marcou menulis kepada Seminaris Guibert.  Seterima surat dari sahabatnya itu, Guibert memutuskan untuk masuk ke dalam Kongregasi.  “Oh! Sahabatku, aku tidak menduga-duga, tetapi aku ingin memberimu tahu tentang sukacita yang kami rasakan di dalam rumah kudus kami; aku akan memberitahumu tentang semangat dari institusi kami […] singkatnya, kami hanyalah sehati dan sejiwa…” (Surat Marcou kepada Guibert, Ecrit Oblats II, 1 Roma 1987, Hal. 38)

Pastor Tempier memahami dan membantu kaum muda dalam formasi; ia memiliki kemampuan untuk “discernment jiwa-jiwa,” kata Pastor Fabre dalam obituarinya.  Di tahun 1823, Pastor Bourrelier berbicara tentang “kebijaksanaan yang mengagumkan” dari Pastor Tempier yang membuatnya bertahan dalam panggilannya.  Atau Pastor Gardidier yang di tahun 1858 menulis, “Aku menulis surat untuk Bapa yang baik, yang telah berbuat banyak hal baik kepadaku, yang aku cintai dan muliakan seperti ayahku sendiri…” Kesemuanya menyimpulkan bahwa Pastor Tempier adalah pendidik sejati: “Aku tidak akan kekurangan cintakasih atau kebaikan, tetapi aku akan rewel untuk tuntasnya tugas-tugas mereka,” tulisnya kepada Bapa Pendiri, saat Bapa Pendiri mengirimkan skolastik di tahun 1835. (Ecrit Oblats II, 2 Roma 1987, Hal. 150, 153-156)

Anda diundang untuk mengambil waktu berdoa bagi panggilan menjadi Oblat; bagi para Oblat di formasi tingkat pertama dan para formatornya; untuk berefleksi atas kesaksian-kesaksian kita sebagai yang terpanggil.  Kita juga bisa membaca Konstitusi dan Aturan Hidup Kongregasi tentang Formasi.

 

Komite Umum untuk Para Bruder OMI

(Bruder Benoit H. Dosquet, OMI)

 

(diterjemahkan secara bebas oleh Tim Website OMI Indonesia dari artikel "Meditations to Prepare for the Anniversaryof the First Vows of November 1, 1818" yang terbit di www.omiworld.org)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.