Surat untuk Kanonisasi Bapa Pendiri

Artikel - Saat Merenung

SURAT UNTUK KANONISASI BAPA PENDIRI

10 April 1995 – Roma

 

Saudara-Saudara Oblatku Terkasih,

Pada 03 Desember 1995, Paus Yohanes Paulus II akan menyatakan kekudusan Eugenius de Mazenod, Uskup Marseilles dan Pendiri Misionaris Oblat Maria Imakulata. Dengan peristiwa ini, Bapa Suci akan menghadirkan Eugenius sebagai model dan pengantara untuk seluruh Gereja. Bagi kita, para Oblat, peristiwa ini adalah peristiwa yang unik yang tidak akan terulang lagi dalam sejarah kita.  Inilah waktu persatuan dengan Gereja surga dan dunia, peristiwa rahmat, pembaharuan perjumpaan dengan Bapa Pendiri kita, sebuah panggilan untuk mewujudkan secara penuh kharisma yang diterima melalui Bapa Pendiri kita.  Dengan Kanonisasi dan Tahun De Mazenod yang menyertai, saya mengharapkan 3 hal yang sangat penting dan saling melengkapi:

  • Pembaruan hidup religius dan misionaris kita.
  • Perluasan lebih jauh dan lebih luas akan kharisma oblat.
  • Pertambahan serius dari panggilan.

Panggilan Eugenius bagi kita untuk berkomitmen pada jalan-jalan kekudusan menjadi lebih mendesak.  Seruannya:”Jadilah suci!” yang mengikuti aprobasi Kongregasi pada tahun 1826 bergaung lebih kuat lagi sekarang setelah Eugenius diakui sebagai model dan guru kesucian yang otentik.  Hal ini berarti bahwa persatuan dengan Kristus yang kita kontemplasikan sebagai Juruselamat dan kita teladani sebagai Pewarta Kabar Baik.  Bagi kita,komitmen kepada kekudusan juga berarti komitmen kepada karya misi.  Semangat kekudusan inilah yang memberikan dinamisme bagi semangat menyala-nyala untuk bermisi yang harus dinyatakan di tingkat lokal maupun universal.  “Sequela Christi” memberikan kepada kita kemampuan untuk bersaksi – lewat hidup kita, dalam setiap kata dan perbuatan kita -bahwa Kristus adalah Juruselamat semua orang.  Komitmen ganda ini dapat dicapai lewat Komunitas.  Kita saling bertanggungjawab satu dengan yang lainnya dalam hal ini – mengikuti Kristus dan sepekerja dalam misiNya untuk menebus dunia sekarang ini.

Eugenius dihadirkan kepada seluruh umat Kristiani sebagai model kekudusan.  Kanonisasi harus mendesak kita, para Oblat, untuk bekerja sehingga semua yang kita temui dapat bertumbuh dalam kemanusiawian mereka dan hidup seturut dengan panggilan Kristianinya, berjuang untuk menjadi kudus.  Menyebarnya kharisma Oblat berarti menawarkan idealisme Kristiani secara penuh kepada setiap orang, seperti yang dilakukan Eugenius terhadap kenalannya dan umat keuskupannya; hal itu juga berarti menularkan pengajaran yang diusulkan oleh Eugenius untuk mewujudkan kekudusan dan misi.  Kanonisasi adalah sebuah panggilan untuk menjadi misionaris-misionaris kudus dan  memberikan perhatian lebih pada kekudusan dan karya misi.  Menyebarkan pengetahuan tentang teladan  dan pengajaran Eugenius hanya menjadi mungkin jika ada panggilan-panggilan untuk mewujudkan kharisma yang disebarkan oleh Roh Kudus kepada Gereja lewat Eugenius. Maka pada tahun ini, setiap Oblat harus mencoba untuk promosi panggilan lewat doa, teladan/contoh hidup dan kata-kata.

Saudara-Saudara Oblatku Terkasih,

Saya mempercayakan permohonan-permohonan ini kepada Maria dan Eugenius de Mazenod. Saya mempercayakan kepada mereka setiap Komunitas dan setiap dari Anda juga.

 

Saudaramu di dalam Kristus,

 

Pastor Marcello Zago, OMI (+)

Superior Jenderal

 

(Diterjemahkan secara bebas oleh Tim Website OMI Indonesia dari artikel berjudul "Letter for the Founder's Canonization" yang terbit di www.omiworld.org)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.