NOVENA PANGGILAN OBLAT 2021 (Bagian 01)

Artikel - Saat Merenung

Setiap tahun, kita bersatu dalam doa untuk memohon rahmat Tuhan supaya melimpahkan panggilan suci dalam keluarga kita.  Tahun ini, Komunitas Oblat di Novisiat Marino, Roma, mempersembahkan bagian dari Injil atau teks-teks Bapa Suci Fransiskus untuk menemani kita setiap harinya selama Novena.  Kami hadirkan beberapa bagian dari Surat Apostolik “Patris Corde” (Dengan Hati Seorang Bapa) di kala kita merayakan tahun khusus yang dipersembahkan kepada Santo Yosef, seorang tukang kayu dari Nazareth dan juga Pelindung Kongregasi, dan teladan persembahan diri Oblat.

Dalam masa pandemi yang terus-menerus menantang kita, Novena Panggilan Oblat semoga menjadi tanda pengharapan dalam Tuhan yang membuat segalanya menjadi baru, sambil terus mengingat bahwa dasar dari setiap panggilan suci adalah berasal dari panggilan Tuhan sendiri.  Dia tak pernah lelah untuk memanggil para pemuda yang muarh hati untuk menjadi tanda pengharapan bagi dunia yang sepertinya telah kehilangan pengharapan.  Pastor Louis Lougen, OMI, Superior Jenderal, mengingatkan kita semua bahwa kita ini “diperuntukkan bagi saat-saat seperti sekarang ini.”  Paus Pius XI memanggil kita sebagai “spesialis untuk karya misi yang paling sulit.”  Adalah terserah pada kita sekarang ini untuk menghidupi panggilan Oblat kita secara penuh dan menyaksikan keindahan panggilan itu, dan berdoa supaya tidak terjadi kekurangan misionaris di dunia ini.

Sebagai Novisiat di Provinsi Mediterania, kami gembira dapat berkontribusi pada Novena Panggilan kali ini karena inilah cara untuk menjangkau semua komunitas yang berhubungan dengan Misionaris Oblat Maria Imakulata.  Dengan rasa persatuan dan terima kasih, kami berharap hari-hari doa Novena ini dapat menjadi saat-saat kita dapat menghidupi bersama wasiat St. Eugenius dan menjadi “keluarga yang paling bersatu di dunia ini”, di mana pun kita berada.  Bersatu dalam doa, marilah kita selalu ada bersama Yesus di dalam Ekaristi; hanya di sanalah kita dapat bertemu setiap harinya dan menjadi satu.

(Novisiat Marino, Italia)

 

HARI PERTAMA:  KEHENDAK TUHAN

Bacaan Injil:  Yohanes 2:1-5

Maria adalah Ibu Penebus, tetapi dia juga Ibu kita.  Selama hidupnya, Maria merawat Yesus, menemaniNya, dan ikut ambil bagian dalam hidupNya.  Kita dapat dengan yakin berkata bahwa di belakang setiap panggilan, kita menemukan Maria.  Bersama kasih keibuannya, Maria menempatkan keinginan di begitu banyak hati untuk menyerahkan hidup bagi Yesus dan untuk menjangkau begitu banyak hati yang mencariNya.  Semoga fiat Maria menjadi teladan kesetiaan kita pada rencana Tuhan.  Kesederhanaan Maria, cintanya pada Yosef dan Anak dari Nazareth haruslah menjadi cara bagi kita juga dalam menghidupi setiap harinya.  Melihat pada St. Yosef, mungkin kita dapta berkata bahwa di dalam hidupnya, Yosef memilih untuk “meniru” Maria.  Yosef meniru Maria untuk mencintai Yesus secara lebih dan belajar untuk menjadi ayah sejati dalam merawat Anak itu.

Yosef, yang dalam dirinya mengalir darah bangsawan, dengan rendah hati melihat kepada Maria dalam mencintai Yesus secara lebih.  Kita juga tujukan doa ini kepadamu, Maria: “Engkau yang karena kehendak Ilahi memiliki tempat khusus di surge, engkau yang sungguh murni, engkau yang dengan kehendak bebas mengatakan “fiat voluntas tua”  (Terjadilah padaku menurut kehendakMu) pada saat menerima Kabar Gembira dari Malaikat Gabriel, temani dan jadilah perantara kepada Anakmu supaya tidak pernah terjadi kekurangan pemuda yang berhasrat untuk menjadikan hidupnya sebagai Oblatio paripurna bagi Yesus, Sang Penyelamat Dunia, melalui engkau.”

 

Karisma Oblat berkata kepada kita:

“Marilah kita memperbaharui diri, khususnya dalam devosi kepada Bunda Tersuci dan membuat diri kita layak untuk menjadi Oblat Maria Imakulata.  Inilah paspor ke Surga!  Betapa kita tidak pernah berpikir demikian sebelumnya?  Akuilah bahwa hal ini akan menjadi sama mulia dan menghibur bagi kita untuk dikuduskan bagi Maria dengan cara yang khusus dan untuk menyandang namanya.  Para Oblat Maria!  Nama ini memuaskan hati dn telinga.  Aku harus mengakui kepadamu bahwa aku cukup terkejut ketika diputuskan untuk mengambil nama yang kupikir harus dikesampingkan, karena begitu kekal, karena merasakan begitu sedikit menyenangkan […] Dan sekarang aku melihat alasannya; kita lalai sehubungan dengan Bunda kita, Ratu kita, dia yang melindungi kita dan yang harus mendapatkan bagi kita semua rahmat yang Putra Ilahi-nya telah curahkan kepadanya.  Jadi marilah kita bersukacita menyandang namanya dan keistimewaannya."

 

Marilah kita berdoa bahwa dengan mengikuti teladan St. Yosef, kita dapat memandang Maria, mempercayakan diri kita kepadanya, teladan kita dalam mencintai Yesus dan sesame.

Bapa yang kudus, kami datang kepadamu karena Yesus meminta kami untuk berdoa agar Engkau mengirim para pekerja ke ladang tuaianMu.  Kami mohon, kirimkanlah kepada kami para pemuda yang murah hati, yang berhasrat pada Yesus, mau menjadikan seluruh hidupnya sebagai persembahan paripurna kepadaMu.  Untuk menjadi dekat dengan kaum yang paling miskin dan yang paling terlantar, dan untuk mewartakan Injil.  Semoga mereka dibakar dengan api yang sama yang telah Engkau nyalakan dalam diri St. Eugenius; semoga mereka menjadi bagian dari keluarga St. Eugenius, dan bersama semua Oblat, semoga mereka meneruskan karya Sang Penebus.  Bunda Maria Imakulata, engkau yang pertama-tama memberikan Yesus kepada dunia, sertai kami selalu. Amin.

 

HARI KEDUA: CINTA KASIH

Bacaan Injil: Lukas 10:21-24

Setiap panggilan bertumbuh dari cinta kasih Tuhan, setelah seseorang mengenali kedalaman kasih Bapa.  Hanya dengan menatap kasih Tuhan pada kita, maka kita mampu mengasihi semua orang.  Mungkin kita baru saja kembali kepadaNya setelah berada jauh sekali dariNya karena kita merasakan dalam hati kita kemanisan abadi dari kasihNya; mungkin dalam seluruh hidup ini, kita melihat kasih Tuhan – syukur dan terima kasih atas lingkungan tempat kita berada yang lewat orang-orang yang dekat dengan kita, mampu menghadirkan kasih Tuhan pada kita. St. Yosef dalam rumah Nazareth menyayangi Maria dan Yesu.  Ia adalah mode bagi Sang Juruselamat.  Dengan kasihnya, kelembutannya, kesederhanaannya, dan ketaatannya, St. Yosef mengasihi Yesus dan membuat mekar hidup Yesus di tahun-tahun awalNya.  St. Yosef menunjukkan betapa ia mengasihi Yesus dan dalam diam, ia memastikan bahwa Yesus dapat bertumbuh dan berangkat membawa terang Tuhan ke dalam dunia.  Dalam setiap cerita, ada para ayah terkasih yang mengikuti teladan St. Yosef ini.  Sama seperti St. Yosef yang mengasihi dan menjaga Yesus beserta Maria dalam kesederhanaan rumah Nazareth, kita mohon pada Tuhan agar kesederhanaan dalam mengasihi juga dekat dengan kita.  Mungkin ada benih-benih dalam diri anak-anak kita yang pada suatu hari nanti dapat mengingat kita sebagai seorang ayah terkasih, sama seperti St. Yosef yang dikenang oleh banyak orang.

 

Karisma Oblat berkata kepada kita:

Bapa Pendiri kita melihat dalam diri Don Bartolo Zinelli, figure seorang ayah yang menyayanginya sewaktu ia dalam pengungsian di Venice.  Mengingat saat-saat itu, St. Eugenius menulis:

“Jika aku harus menyampaikan kenyataan-kenyataan, hal itu adalah untuk menyoroti banyaknya rahmat yang kuterima sejak masa kecilku yang lembut, dan betapa aku harus merendahkan diri karena tidak memperoleh manfaat yang lebih besar dari masa kanak-kanakku.  Sejak saat itulah aku akrab dengan panggilan klerikalku, dan mungkin ke arah status yang lebih sempurna.”

“Oh, Zinelli yang terberkati!  Apa jadinya aku tanpa dirimu?  Tidak ada yang dapat mengerti kesan mendalam yang tinggal dalam hatiku atas perbuatan-perbuatan murah hati yang membuatku berhutang budi atas kebaikan kecil yang ada dalam diriku, yang bersumber dari formasi pertama ini dan tuntunan yang diberikan oleh hamba Allah ini kepada semangat dan hati mudaku.”

 

Marilah kita berdoa bahwa melalui teladan St. Yosef, kita dapat mengasihi orang-orang yang dipercayakan Tuhan kepada kita, sehingga dengan bantuan Tuhan, orang-orang ini dapat menghasilkan buah yang memperindah Pohon Kehidupan yaitu Yesus Kristus.

Bapa yang kudus, kami datang kepadamu karena Yesus meminta kami untuk berdoa agar Engkau mengirim para pekerja ke ladang tuaianMu.  Kami mohon, kirimkanlah kepada kami para pemuda yang murah hati, yang berhasrat pada Yesus, mau menjadikan seluruh hidupnya sebagai persembahan paripurna kepadaMu.  Untuk menjadi dekat dengan kaum yang paling miskin dan yang paling terlantar, dan untuk mewartakan Injil.  Semoga mereka dibakar dengan api yang sama yang telah Engkau nyalakan dalam diri St. Eugenius; semoga mereka menjadi bagian dari keluarga St. Eugenius, dan bersama semua Oblat, semoga mereka meneruskan karya Sang Penebus.  Bunda Maria Imakulata, engkau yang pertama-tama memberikan Yesus kepada dunia, sertai kami selalu. Amin.

 

HARI KETIGA:  KELEMBUTAN

Bacaan Injil:  Lukas 15:11-14; 17-24

Kita dapat dengan mudah membayangkan Yosef menemukan dalam diri Allah “kelembutan seorang ayah kepada anak-anaknya”.  Dengan alasan ini, Yosef terus-menerus mencari, dengan hidupnya, untuk menyalurkan kepada Yesus kelembutan yang sama melalui kebapakannya.  Dengan kelembutan yang demikianlah Yesus mendekati kaum termiskin dan yang paling terlantar, tanpa rasa takut untuk menyentuh mereka dalam kelemahan mereka, tanpa merasa malu akan kelemahan manusia tetapi mengangkatnya hingga pada kematianNya di kayu salib.

Paus Fransiskus menulis:  Sejarah keselamatan terpenuhi “dalam harapan melawan semua harapan” (Rom 4:18), melalui kelemahan kita. Terlalu sering kita berpikir bahwa Allah hanya mengandalkan bagian diri kita yang baik dan berhasil, sementara pada kenyataannya kebanyakan rencana-Nya terpenuhi dalam kelemahan kita […] Jika ini adalah prospek tata keselamatan, kita harus belajar menerima kelemahan kita dengan kelembutan mendalam. […]  Kelemahlembutan adalah cara terbaik untuk menyentuh apa yang rapuh dalam diri kita.

Dalam panggilan, kaum muda dapat melihat Yosef sebagai model yang, terlepas dari segala keterbatasannya, sejarah, dan kebapaannya, terus-menerus bersandar pada rahmat Tuhan - yang seperti bapa di dalam perumpamaan – dengan belas kasih dan  kebenaran yang ada padanya, mengembalikan martabat anaknya, dan kembali membuat anaknya berdiri di atas kakinya.  Seperti Yosef, sekarang pun Tuhan terus-menerus menggunakan kita untuk menulis halaman-halaman sejarah keselamatan.

 

Karisma Oblat berkata kepada kita:

Ingatlah bahwa engkau diutus kepada para pendosa, bahkan kepada para pendosa berat […] Kita adalah pelayan-pelayan belas kasihNya, maka marilah kita selalu memiliki kelembutan seorang ayah kepada semua orang; marilah kita dengan mudah melupakan segala penghinaan yang terkadang ditujukan kepada kita pada saat kita melayani seperti Tuhan Yang Maha Baik melupakan segala serangan yang terus-menerus diserukan kepadaNya.  Bapa dari anak yang hilang belum merasa senang dengan jubah yang paling indah yang dikenakan pada anaknya itu juga dengan cincin yang disemat di jarinya, bapa itu juga memotong anak sapi yang gemuk untuk anaknya itu. Dengan cara yang sama, bukan saja kita harus mendamaikan para pendosa, tetapi dalam pandangan semua rahmat yang diberikan kepada mereka selama misi, jaminan kesetiaan mereka untuk menanggapinya dan upaya yang harus mereka lakukan untuk semua ini, kita memasukkan mereka ke dalam perjamuan suci, kita memberi mereka roti kehidupan sehingga mereka dapat maju di jalan baru ini yang harus mereka ikuti, dan dapat, pada saat yang sama, memenuhi tugas penting yang mendesak mereka.

 

Marilah kita berdoa mengikuti teladan St. Yosef, Pelindung Kongregasi kita, dalam tahun yang dipersembahkan kepadanya, semoga kaum muda dapat lebih lagi menjadi saksi hidup dari kelembutan Bapa, menyambut dan mengasihi saudara-saudari yang mereka temui.

Bapa yang kudus, kami datang kepadamu karena Yesus meminta kami untuk berdoa agar Engkau mengirim para pekerja ke ladang tuaianMu.  Kami mohon, kirimkanlah kepada kami para pemuda yang murah hati, yang berhasrat pada Yesus, mau menjadikan seluruh hidupnya sebagai persembahan paripurna kepadaMu.  Untuk menjadi dekat dengan kaum yang paling miskin dan yang paling terlantar, dan untuk mewartakan Injil.  Semoga mereka dibakar dengan api yang sama yang telah Engkau nyalakan dalam diri St. Eugenius; semoga mereka menjadi bagian dari keluarga St. Eugenius, dan bersama semua Oblat, semoga mereka meneruskan karya Sang Penebus.  Bunda Maria Imakulata, engkau yang pertama-tama memberikan Yesus kepada dunia, sertai kami selalu. Amin.

 

HARI KEEMPAT:  KETAATAN

Bacaan Injil:  Matius 1:20-21, 24-25

Dalam bab-bab awal dari Injil Matius, Yosef ditampilkan sebagai figur utama, manusia seperti kita yang menemukan dirinya ada dalam bagian rencana Allah.  Sebuah rencana yang diluar pemahamannya, walau ia adalah seorang yang benar.  Tuhan berbicara kepada Yosef melalui mimpi-mimpi dan memintanya untuk tindakan-tindakan nyata.  Empat kali Yosef dipanggil Tuhan untuk mengendalikan situasi dan membuat dampak dalam sejarah Sang Juruselamat.  Tuhan berbicara pada Yosef lewat mimpi-mimpi, sehingga sulit untuk membedakan antara fantasia tau kenyataan.  Yosef memberikan tanggapan, segera ber-discermnent, karena hal itu adalah menyangkut hidup Anaknya.  Yosef dipanggil untuk taat dalam ketidak-pastian akan apa yang sedang terjadi padanya.  Yosef dipanggil untuk menjawabnya dengan tepat.  Dia harus memahami kehendak Tuhan dalam kekompleksan hidupnya dan mempercayainya.

 

Karisma Oblat berbicara pada kita:

Eugenius juga harus hidup taat, meski sebagai Superior Jenderal, khususnya sebelum kenyataan ia menjadi Uskup Marseilles.  Dalam suratnya, Pastor Tempier memaparkan pada Eugenius situasi konkrit, memintanya untuk mengambil keputusan, dan mempercayai sahabat-sahabatnya dengan cara mematuhi nasihat sahabat-sahabatnya.  Setelah surat tersebut, Eugenius akan menerima dan mematuhi, menemukan solusi untuk banyak situasi:

Apakah engkau mau atau tidak mau melepaskan dirimu dari situasi mengerikan di mana engkau ditempatkan? Jika tidak, bagus dan bagus! Namun dalam hal ini, engkau tidak boleh membiarkan kami menanggung semua biaya kelanjutannya, engkau harus melarang Guibert secara tegas untuk berbicara sepatah kata pun tentangmu; Engkau harus menanggung semua luka yang mereka timbulkan padamu; Engkau harus mengatakan amin untuk semua pelecehan, masa lalu, sekarang dan masa depan, baik yang datang dari anggota Lembaga yang tidak sehat atau pun dari Pemerintah. Jika itu yang engkau inginkan, aku tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Tetapi jika, sebaliknya, engkau benar-benar ingin mengeluarkan dirimu dari situasi ini – yang saya gambarkan sebagai kehancuran – engkau harus tunduk sampai batas tertentu dan mengalah pada pendapat teman-temanmu, yang juga memiliki kepedulian terhadap kehormatanmu. Sangatlah penting bahwa engkau bekerja sama dengan tindakan yang kami ambil atas namamu...  Aku pikir ini adalah terakhir kalinya aku akan berbicara kepadamu tentang semua ini, karena aku muak dan lelah karenanya. Aku dapat memberitahu engkau bahwa jika istirahat itu begitu menyenangkan bagi Anda, aku juga meminta dan menginginkan istirahat setidaknya sebanyak yang engkau dapatkan. Mengapa aku  harus berada di sini dan membiarkan darahku mengering selama dua belas tahun, selamanya terikat pada gerobak, dalam situasi yang paling sulit! Penyelenggaraan Ilahi selalu mengatur hal-hal sedemikian rupa sehingga, apapun krisis yang harus kita alami, tidak peduli apa pun sifatnya, aku sendirian yang mengakhirinya dan merasakan manisnya. Semua saat-saat sulit yang harus aku alami dalam urusan keuskupan dan untukmu khususnya dalam kasus-kasus yang tak terhitung banyaknya, telah membuatku kelelahan, telah membuatku jemu sampai pada titik aku merasakan semua urusan itu menggangguku tak berkesudahan.

 

Marilah kita berdoa dengan mengikuti teladan St. Yosef, Pelindung Kongregasi kita, dalam tahun yang khusus dipersembahkan kepadanya, semoga kaum muda yakin untuk menyerahkan dirinya ke dalam tangan Tuhan, untuk hidup seturut kehendak Tuhan secara penuh.

Bapa yang kudus, kami datang kepadamu karena Yesus meminta kami untuk berdoa agar Engkau mengirim para pekerja ke ladang tuaianMu.  Kami mohon, kirimkanlah kepada kami para pemuda yang murah hati, yang berhasrat pada Yesus, mau menjadikan seluruh hidupnya sebagai persembahan paripurna kepadaMu.  Untuk menjadi dekat dengan kaum yang paling miskin dan yang paling terlantar, dan untuk mewartakan Injil.  Semoga mereka dibakar dengan api yang sama yang telah Engkau nyalakan dalam diri St. Eugenius; semoga mereka menjadi bagian dari keluarga St. Eugenius, dan bersama semua Oblat, semoga mereka meneruskan karya Sang Penebus.  Bunda Maria Imakulata, engkau yang pertama-tama memberikan Yesus kepada dunia, sertai kami selalu. Amin.

 

(Diterjemahkan secara bebas oleh Tim Website OMI Indonesia dari booklet "Vocation Novena 2021" yang terbit di www.omiworld.org)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.