Mampu Melewati Lubang Jarum

Artikel - Saat Merenung

Saudari-Saudara Terkasih dalam Kristus,

Ada sebuah animasi yang dibuat oleh orang Korea.  Animasi itu menggambarkan mengapa orang kaya tidak dapat melewati lubang jarum.  Alasannya adalah lubang jarum hanya mampu dilewati oleh satu orang saja.  Jadi, kalau kita membawa sesuatu bersama diri kita, maka kita tidak dapat melewati lubang jarum itu.  Jadi, di antara kita sudah dapat dengan mudah terlihat siapa yang dapat melewati lubang jarum, juga siapa yang tidak dapat melewati lubang jarum.  Semakin kita melekat pada sesuatu atau benda, semakin penuh isi ruangan kita, maka semakin sulit kita dapat melewati lubang jarum itu.

 

Saudari-saudaraku dalam Kristus Yesus, marilah kita membaca Kitab Nabi Yehezkiel28:1-10.  Dalam bacaan itu, Tuhan mengkritik Raja Tirus karena ia menyamakan dirinya dengan Tuhan, padahal raja itu tidak memiliki kuasa atas segala harta miliknya.  Sama seperti seorang bendahara yang bangga karena memiliki banyak uang, padahal uang tersebut bukan miliknya sama sekali.  Seperti yang dialami Raja Tirus, mungkin kritik yang sama juga ditujukan kepada kita.  Mungkin kita berpikir kita ini Tuhan:  segalanya harus berjalan sesuai dengan keinginan kita.  Atau mungkin kita menganggap sesuatu atau seseorang sebagai Tuhan: hal-hal yang kepadanya kita melekat dan bergantung seperti kekayaan, asuransi jiwa, keluarga, pengetahuan, dan lain sebagainya.  Hari ini Tuhan mengingatkan kita bahwa yang seharusnya kita takuti dan kepada Nya kita bergantung adalah Dia – Sang Maha Kuasa dan Allah Yang Hidup, yang mampu mencabut nyawa dan memberi hidup – seperti kata Pemazmur.

Jadi, saya pikir sudah sangat jelas untuk kita, jika kita ingin dapat melewati lubang jarum untuk mencapai surga, maka kita perlu menaruh kepercayaan kita hanya kepada Tuhan saja.

Ada sebuah cerita.  Ada seorang laki-laki bernama Bato.  Hidupnya kacau-balau.  Ia membunuh, merampok, memperkosa, berjudi, dan lain-lain.  Ia tidak pernah berbuat baik dalam hidupnya.  Satu hari, ia mencoba merampok sebuah rumah di Xavierville, Bolduc House (Rumah Oblat di Filipina).  Bato tidak tahu bahwa rumah itu adalah sebuah biara.  Maka mulailah ia memasuki kamar pertama, kamar Pastor Isip.  Bato berhasil masuk ke kamar pertama itu, tetapi ia tidak menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya yang dapat diambilnya.  Ia juga menjadi sadar bahwa ia telah memasuki kamar seorang Imam Kristus, karena ada salib, rosario, gambar para kudus, dan jubah.  Saat itu, Pastor Isip terbangun dan menangkapnya.  Bato meminta maaf, lalu mendengar khotbah singkat dari Pastor Isip: “Mengapa engkau merampok?  Engkau tahu, hidup kita sangat singkat dan saat kita mati nanti, kita akan masuk ke surga atau ke neraka.  Apakah engkau tidak takut masuk neraka?  Di sana, orang-orang dibakar.”  Bato menjawab: “Tentu saya takut, Pastor.  Tetapi saya sudah mendapatkan kunci masuk ke Surga.”

“Apa itu?” tanya Pastor Isip ingin tahu.

“Saya akan menjadi seperti penjahat yang ada di samping salib Yesus.  Sebelum penjahat itu mati, ia berkata: ‘Yesus, ingatlah aku saat Engkau masuk dalam KerajaanMu.’  Dan Yesus menjawab dia: ‘Sekarang juga engkau telah berada bersamaKu di Surga.”  Pastor Isip kaget mendengar jawaban itu, lalu memberikan berkat kepada Bato.

Setelah kejadian itu, Bato tetap melakukan tindak kejahatan, tetapi setiap kali ia memastikan dulu bahwa yang dimasukinya bukanlah sebuah biara.  Bato tidak takut, karena ia tahu kunci masuk Kerajaan Surga.  Tetapi pada suatu hari, saat ia sedang merampok sebuah rumah, ia tertangkap.  Bato mencoba untuk lari, tetapi si pemilik rumah menembaknya.  Ia tertembak dan jatuh ke tanah.  Bato meninggal sebelum sempat mengatakan kata-kata kunci untuk masuk ke Surga.

Saudari-Saudaraku terkasih dalam Kristus,

Percaya pada Tuhan membutuhkan usaha, proses, dan waktu.  Percaya pada Tuhan harus dimulai dari sekarang, karena siapa tahu kita tidak mempunyai kesempatan lagi.

(Penulis:  Pastor Reynold Agustinus Sombolayuk, OMI, Homili Misa Harian, 16 Agustus 2016 di Kapel Bolduc House, Quezon City, Filipina)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.