Deprecated: Call-time pass-by-reference has been deprecated in /home/omiindonesia/public_html/plugins/content/jw_disqus.php on line 40

Deprecated: Call-time pass-by-reference has been deprecated in /home/omiindonesia/public_html/plugins/content/jw_disqus.php on line 40

Effata!

Artikel - Saat Merenung

Bacaan Kitab Suci:  Yesaa 325:4-7a, Mazmur 146:7-10, Yakobus 2:1-5

Bacaan Injil:  Markus 7:31-37

 

Sabda Tuhan dalam bacaan-bacaan hari ini adalah sungguh Kabar Gembira!  Semua perkataanNya baik dan indah.  Apakah kita senang mendengarkan Sabda Tuhan hari ini?  Apakah kita bersukacita dan mau menerima kata-kata itu?

Marilah kita ambil waktu sebentar untuk ada dalam bacaan-bacaan ini.  Saya ingin mengundang kita semua untuk kembali membaca Mazmur hari ini:

“Dia yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar.  Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung, Tuhan membuka mata orang-orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar.  Tuhan menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkanNya kembali, tetapi jalan orag fasik dibengkokkanNya.  Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! “

Seperti seekor sapi, kita memamah kata demi kata Pemazmur itu.  Biarkan hati kita dirasuki oleh kata-kata ini.

Kata-kata kerja yang menunjukkan karya Tuhan terhadap kita:  menjaga, menegakkan keadilan, membebaskan, membuka, menegakkan orang yang tertunduk, mengasihi, menjaga, melindungi, membengkokkan jalan orang fasik, Raja untuk selama-lamanya.,,,

Semua kata-kata ini sangat positif, sangat indah, dan sangat menguatkan kita.

Dalam memamah kata-kata ini, rasanya tidak ada alasan untuk kita menjadi sedih, putus asa, atau pesimis.  Tuhan mengasihi kita.  Kita berharga bagiNya.

Kita diundang untuk menghidupi hidup dengan penuh sukacita.

Dia ada bersama kita.  Dia tetap mencintai kita.  Marilah kita tinggal bersamaNya!

Ada dua hal yang membuat saya sedih:  Pertama, saat saya melihat kaum Kristiani yang menunjukkan raut wajah bersedih, tidak pernah bergembira, selalu mengeluh, putus asa, dan tidak punya harapan; dan yang kedua, saat saya melihat kaum Kristiani yang selalu melihat iblis/roh jahat di mana-mana dibanding melihat Tuhan yang ada di mana-mana.  Orang-orang Kristiani model ini selalu melihat kegelapan lebih kuat dibanding terang.

Effata!  Lihatlah terang.  Rasakan kehadiran Tuhan!

Maka kita diundang untuk memiliki wajah yang sukacita, kuat dan berpengharapan.

Dalam dunia sekarang ini, kaum Kristiani diundang untuk menjadi saksi hidup bersama Tuhan.

Kita dipanggil untuk menghidupi hidup kita yang senantiasa dijaga, dilindungi, dipulihkan, dan didukung oleh Tuhan.

Dunia menunggu kita; Dunia membutuhkan orang-orang yang mempunyai keberanian, sukacita, kekuatan, dan optimis di tengah-tengah ribuan masalah dan keprihatinan yang terjadi secara nasional maupun global, juga secara lokal, dalam keluarga, maupun hidup pribadi kita masing-masing.

Apakah kita bangga menjadi seorang Kristiani?

Apakah kita tersentuh oleh seruan Gereja untuk menghidupi dan menjadi saksi sukacita dan pengharapan?

Apakah kita bersyukur atas segala rahmat dan karunia yang Tuhan berikan kepada kita?

Marilah kita temukan Tuhan yang hadir di tengah-tengah kita.

Marilah kita temukan Tuhan yang selalu ada untuk mendukung kita di setiap hari dalam hidup kita.

Biarkan hati kita didiami oleh Roh Kudus.

Marilah kita mengubah cara menghidupi iman kita dengan melihat kekuatan Tuhan lebih daripada kekuatan si jahat.  Ingatlah bahwa Tuhan selalu hadir bersama kita lebih daripada perasaan kesepian, ditinggalkan, tanpa pertolongan.

Marilah kita menghidupi hidup kita bersama Tuhan.

Bacaan pertama hari ini yang diambil dari kitab Nabi Yesaya berkata kepada kita: “Kuatkanlah hati, janganlah takut!.  Dalam Bacaan Injil hari ini juga kita mendengar: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikanNya mendengar, yang bisa dijadikanNya berkata-kata.”

Hidupi sukacita, hidupi rasa syukur, karena Dia adalah baik, Dia adalah setia, dan Dia adalah Tuhan kita selama-lamanya!

Effata!  Amin.

 

(Penulis:  Pastor Henricus Asodo, OMI, Homili Minggu Biasa XXIII, 02 September 2018, di Gereja Misi OMI, Aix-en-Provence, Perancis)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.