Deprecated: Call-time pass-by-reference has been deprecated in /home/omiindonesia/public_html/plugins/content/jw_disqus.php on line 40

Deprecated: Call-time pass-by-reference has been deprecated in /home/omiindonesia/public_html/plugins/content/jw_disqus.php on line 40

Meneladan Kristus

Artikel - Saat Merenung

Peristiwa Pembaptisan Tuhan menjadi awal penampilan dan tugas perutusan Yesus di depan umum. Yesus dibaptis di Sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis ketika ia membaptis banyak orang. Banyak orang bertanya kepada Yohanes Pembaptis, apakah ia adalah Mesias, Juruselamat yang sangat dinantikan bangsa Israel untuk membebaskan bangsa Israel? Mereka bertanya karena Yohanes membaptis banyak orang. Yohanes Pembaptis menjelaskan bahwa ia membaptis dengan air (Luk 3:16). Ini berarti baptisan Yohanes adalah baptisan tanda pertobatan untuk mempersiapkan kehadiran Mesias yang dinantikan.

Setelah orang banyak dibaptis, Yesus pun ikut dibaptis. Walaupun tidak membutuhkan pertobatan, Yesus ikut serta dalam pembaptisan Yohanes Pembaptis. Untuk menyelamatkan kita, orang-orang yang berdosa ini, Yesus harus masuk dan menjadi bagian dari orang-orang berdosa serta ikut mengalami senasib-sepenanggungan dengan orang berdosa. Maka sebagaimana orang-orang berdosa harus bertobat dan dibaptis supaya Allah mengampuni dosanya dan menyelamatkannya, Yesus pun menunjukkan solidaritas-Nya dengan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Ia sungguh hadir dan terlibat dalam peristiwa hidup manusia.

Sekarang, bagaimana dengan pembaptisan kita? Marilah kita maknai pembaptisan kita dalam terang pembaptisan Kristus ini. Pertama, pembaptisan Kristus menyatakan dengan sempurna – karena pernyataan datang dari Allah sendiri – bahwa Yesus adalah Anak Allah. Demikian pula pembaptisan kita. Berkat Sakramen Baptis, kita dilahirkan kembali dalam Roh Kudus (bdk. Tit 3:5; Luk 3:16b) sehingga kita diangkat sebagai anak-anak Allah (bdk. Rm 8:16).  Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya, orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Jadi, status kita sebagai anak-anak Allah yang kita terima melalui baptisan menjadikan kita mempunyai jaminan akan keselamatan dan kemuliaan abadi bersama Kristus. Namun, kita tidak boleh hanya membanggakan status tersebut. Sebagaimana Yesus selalu menggenapi kehendak Allah sehingga menjadi Anak Allah yang terkasih dan yang berkenan kepada Allah, kita pun harus demikian. Maka, yang kedua, sebagai anak-anak Allah kita harus berusaha untuk melaksanakan kehendak Allah supaya kita pun menjadi orang-orang yang berkenan kepada-Nya. Bagaimana hidup yang berkenan kepada Allah itu? Mari kita ikuti nasihat St. Paulus: “Kasih karunia itu mendidik kita untuk meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan agar kita hidup bijaksana, adil dan beribadat, di dunia sekarang ini, sambil menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia” (Tit 2:12-13). Jadi, pesannya jelas. Seperti Yesus, kita telah menerima Sakramen Baptis. Dengan demikian kita pun telah dijadikan sebagai anak-anak Allah serta menjadi ahli waris keselamatan. Oleh karena itu, marilah kita meneladan Kristus yang selalu menggenapi kehendak Allah sehingga menjadi anak Allah yang dikasihi dan yang berkenan kepada Allah.

 

Penulis:  Pastor Alya Denny Haloho, OMI, Pastor Rekan, Gereja Sta. Maria Imakulata, Paroki Kalideres, Jakarta

Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”

Jadi, status kita sebagai anak-anak Allah yang kita terima melalui baptisan menjadikan kita mempunyai jaminan akan keselamatan dan kemuliaan abadi bersama Kristus.

JADWAL PENGAJARAN KATEKUMEN BAPTIS ( REMAJA - DEWASA ) NATAL 2019 GEREJA SMI

PEMBINA

TEMPAT

KELAS

JAM

HARI

MULAI

TELP.

Ibu Christine I. Salim

Aula Gereja St. V. Palotti

Dewasa

19.00

SENIN

21/1/19

081905526103 / 5555233

Ibu Junita /

Bp. Julius

Gereja SMI

Remaja

19.30

SELASA

22/1/19

085811868899 / 087882552707

Bp. Agus Pontoh / Bp. Sarwono

Kapel Kodam

Dewasa

19.30

JUMAT

25/1/19

08158844508 / 082110983401

Bp. Ali S. /

Bp. Dicky K.

Gereja SMI

Remaja & Dewasa

19.30

JUMAT

25/1/19

081290028571 / 081218331976

Ibu Handalani

R. Katekese – Gereja SMI

Remaja & Dewasa

11.00-12.30

SABTU

2/2/19

08159746092 / 5419077

Ibu Imelda /

Ibu Linda

R. Katekese – Gereja SMI

Dewasa

17.00-18.30

SABTU

2/2/19

087889125265 / 083874396285

Bp. Yosef Saputra

SD Bina Kusuma

Citra 1 Blok E9

Remaja & Dewasa

16.00

MINGGU

3/2/19

0811864748

Bp. Herwanto /

Bp. Saelan

Aula Iman – Gereja SMI

Remaja & Dewasa

18.00

MINGGU

27/1/19

089611334750 / 085888833983

Remaja (usia 14-17 th) ; Dewasa (18-64 th) ; Lansia (65 th +) ; Durasi : 1-1,5 jam / pertemuan

Namun, kita tidak boleh hanya membanggakan status tersebut. Sebagaimana Yesus selalu menggenapi kehendak Allah sehingga menjadi Anak Allah yang terkasih dan yang berkenan kepada Allah, kita pun harus demikian. Maka, yang kedua, sebagai anak-anak Allah harus berusaha untuk melaksanakan kehendak Allah supaya kita pun menjadi orang-orang yang berkenan kepada-Nya. Bagaimana hidup yang berkenan kepada Allah itu? Mari kita ikuti nasihat St. Paulus dalam bacaan kedua. “Kasih karunia itu mendidik kita untuk meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan agar kita hidup bijaksana, adil dan beribadat, di dunia sekarang ini, sambil menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia” (Tit 2:12-13).

Jadi, pesannya jelas. Seperti Yesus, kita telah menerima sakramen baptis. Dengan demikian kita pun telah dijadikan sebagai anak-anak Allah serta menjadi ahli waris keselamatan. Oleh karena itu, marilah kita meneladan Kristus yang selalu menggenapi kehendak Allah sehingga menjadi anak Allah yang dikasihi dan yang berkenan kepada Allah. (Romo Denny Haloho, OMI, Pastor Rekan Gereja Sta. Maria Imakulata, Paroki Kalideres)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.