"Pergilah, dan Perbuatlah Demikian."

Artikel - Saat Merenung

Bacaan Pertama:  Ulangan 30:10-14

Mazmur Antar Bacaan: Mazmur 69:14-17, 30-31, 33-34, 36ab, 37

Bacaan Kedua: Kolose 1:15-20

Bacaan Injil:  Lukas 10:25-37

 

Dalam Bacaan Pertama dari Kitab Ulangan, Musa berkata kepada segenap bangsa Israel:  “Hendaklah engkau mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dengan berpegang pada perintah dan ketetapan-Nya,

yang tertulis dalam kitab Taurat ini; dan hendaklah engkau berbalik kepada Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.  Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu, dan tidak pula terlalu jauh;  ....Firman itu sangat dekat  padamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, hendaklah engkau melaksanakannya.”

“... Firman itu sangat dekat padamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu....”

Saudari dan Saudaraku terkasih, kita berbicara tentang mulut dan hati, bukan kepala ( penalaran, kepintaran, pengetahuan, logika) atau mata (untuk melihat) atau telinga (untuk mendengar).  Maka, sekarang saya mengundang Anda sekalian untuk melakukan latihan kecil:  mari bersama kita pejamkan mata sebentar.... mari kita pusatkan perhatian kita pada mulut kita... untuk semua kata yang keluar dari mulut kita... kata-kata yang indah.... kata-kata penghiburan dan yang menguatkan, senyuman, pujian, doa...

Mari kita ucapkan terima kasih karena kita telah melakukan hukum Tuhan... Mari kita ucapkan terima kasih karena Firman Tuhan sangat dekat pada kita.  Mari kita ucapkan terima kasih, terima kasih, terima kasih (sambil meletakkan tangan kita pada mulut kita).

Lalu mari kita lanjutkan dengan hati kita... Mari kita taruh tangan kita dekat pada hati kita... Mari kita ucapkan terima kasih kepada Tuhan yang telah memberikan kita kebesaran hati, hati yang menyambut siapa saja, hati yang penuh dengan belas kasih kepada keluarga kita, teman-teman kita, dan semua orang yang kita temui setiap harinya.  Kita sambut mereka semua dalam hati kita.  Sekali lagi, mari kita ucapkan terima kasih, terima kasih, terima kasih.  Kita bangga karena memiliki mulut dan hati yang didiami oleh Firman Tuhan.

Betapa kita penuh sukacita bisa memiliki waktu bersyukur atas segala yang kita miliki.  Betapa kita sunguh damai, memiliki hidup yang indah, yang penuh dengan kata-kata indah, hal-hal baik, dan kebaikan hati.

Mari kita jaga terus suasana seperti ini:  jangan biarkan kita kacau atau terpecah konsentrasi.

Sekarang, bukalah mata kita.  Apa yang Anda rasakan?

Jika Anda terbiasa untuk memberi perhatian pada segala kata yang keluar dari mulut Anda, dan pada segala gerakan hati Anda, maka Anda akan mendapatkan hidup Anda itu sungguh dekat dengan Tuhan.  Anda berada dalam kebaikan, Anda dihidupi oleh Firman Tuhan, dan tentu saja saya jamin Anda akan merasa damai.

Mungkin ada yang ingin bertanya pada saya:  mengapa kita lakukan demikian?  Mengapa kita perlu selalu positif saja?  Banyak hal negatif yang keluar dari mulut atau hati kita juga, bukan?

Ya, itu benar, tetapi janganlah lupa Firman Tuhan hari ini:  Firman Tuhan itu sangat dekat padamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, hendaklah engkau melaksanakannya.”  Mulut dan hatiku bukan berasal dari yang jahat atau negatif, tetapi dari yang baik dan positif.

Seperti yang dikatakan Tuhan dalam Injil hari ini: “Pergilah, dan perbuatlah demikian.”  Kita semua dipanggil untuk memberikan jawaban atas pertanyaan: “Siapakah sesamaku?” dengan mulut dan hati kita.  Kita dapat juga menyembuhkan sesama kita dengan kata-kata indah, kita dapat menyambut sesama kita dengan hati yang penuh dengan belas kasih.

Marilah kita berada dalam kebaikan, positif, hati yang baik – bukan saja pada sesama kita tetapi juga untuk kita sendiri, untuk hidup kita.  Perlu untuk memiliki damai dan kebahagiaan dalam hidup kita, hingga pada suatu saat nanti kita dapat berkata: “Ya, inilah hidupku, hidupku yang sesungguhnya, hidup yang dekat dengan Tuhan, penuh dengan hal-hal positif, penuh dengan kata-kata indah, belas kasih, dan damai.  Hidup yang dipenuhi dengan Firman Tuhan.”

Dengan kebesaran hati, kita bergabung bersama Pemazmur untuk memuji Tuhan: “Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.  Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata bercahaya.

 

(Penulis:  Pastor Henricus Asodo, OMI, Superior Komunitas Aix-en-Provence, Homili Misa Minggu Biasa XV, 14 Juli 2019, di Gereja Misi OMI, Aix-en-Provence, Perancis)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.