Deprecated: Call-time pass-by-reference has been deprecated in /home/omiindonesia/public_html/plugins/content/jw_disqus.php on line 40

Deprecated: Call-time pass-by-reference has been deprecated in /home/omiindonesia/public_html/plugins/content/jw_disqus.php on line 40

Lentera Iman

0197

Kemurnian adalah salah satu keutamaan penghayatan hidup keagamaan. Penghayatan ini bukan hanya untuk yang menikah, tetapi untuk semua murid Tuhan. Dalam penghayatan itu ada beberapa hal yang bisa kita renungkan: (~) Memandang orang: Bukan dengan nafsu tetapi dengan hormat. Kita hargai setiap pribadi karena kita semua adalah citra Allah. Kita bisa saling menghargai dan memperlakukan setiap orang sesuai martabatnya; (~) Membangun relasi: Tidak ada yang disingkirkan, tetapi saling melibatkan. Semua orang mempunyai kehendak untuk berbuat kebaikan. Maka kita semua adalah rekan dan penolong sepadan; (~) Menjaga kesetiaan: Kesatuan yang dikehendaki Tuhan, bukan kehancuran. Maka kesatuan dalam ikatan kasih setia perlu terus dikembangkan. Menjaga kesetiaan perlu perjuangan dan pengorbanan. Semoga kita setia merawat kehendak Tuhan dan mengembangkannya dalam kehidupan agar kebahagiaan dan keselamatan yang kita rindukan nyata kita rasakan.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0196

Perkataan dan perbuatan Yesus yang baik dan menyelamatkan sering dianggap sebagai sebuah pelanggaran hukum. Yesus menjelaskan maksud kedatanganNya. Jelas Dia adalah penggenapan dari seluruh hukum itu. Maka Dia mengajak para muridNya belajar untuk bisa menaati hukum sesuai dengan maksud dan tujuan hukum itu diadakan. (~) Makna hukum: Adanya hukum untuk menata kehidupan supaya semua orang mengalami keselamatan. Ketaatan kepada hukum itu membahagiakan. Kesadaran akan hukum meniadakan pelanggaran; (~) Pelaksanaan hukum: Tidak ada yang dipilih demi kesenangan dan keuntungan pribadi. Hukum diajarkan dan dilaksanakan demi kebaikan bersama. Maka tidak ada yang ditiadakan. Meniadakan salah satu bagian kecil akan mengubah maknanya sehingga menimbulkan kekacauan. Padahal seharusnya hukum mendatangkan keharmonisan; (~) Hukum Allah di atas segalanya: Berbagai macam hukum seharusnya mengantar kepada kesiapan menyambut datangnya kerajaan surga. Allah yang akan memerintah dengan hukumNya yakni hukum kasih keselamatan. Maka kesetiaan kita mematuhi hukum itu karena kita mengasihi Allah dan sesama yang menghendaki kita tinggal dalam kasihNya. Semoga hukum Allah memurnikan setiap hukum yang ada sehingga membawa kebahagiaan dan keselamatan. Kita taat dan patuh hukum dengan kesadaran akan selamat dan bahagia dalam rengkuhan kasih Allah.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0195

Garam dan terang bukanlah hal yang asing bagi kita. Kita selalu membutuhkannya bagi kehidupan. Dan Yesus menekankan hal itu bagi kita. Apa yang bisa kita renungkan? (~) Identitas: Menjadi murid Tuhan berarti siap untuk menjadi garam dan terang dunia. Setiap pribadi harus siap memberi citarasa dalam kehidupan. Setiap orang harus bisa memberi pengharapan. Jangan sampai kehadiran kita berlebihan sehingga mengakibatkan kehancuran, tetapi juga jangan sampai kekurangan sehingga redup dan hambar; (~) Kegunaan: Kehadiran murid Tuhan harus berdaya guna. Segala potensi dan anugerah harus bisa bermanfaat. Apa pun yang akan kita katakan dan kita buat semoga bisa menjadikan kehidupan meningkat; (~) Kesaksian: Meski sedikit dan meski kecil, setiap murid harus memberi kesaksian. Kita tidak akan bisa bersembunyi. Kita pasti dikenali. Maka kita harus menampakkan kasih dan kebaikan Tuhan. Begitu berharganya kita di mata Tuhan sehingga Ia menganugerahkan sebuah martabat dan perutusan untuk menjadi garam dan terang dunia. Semoga kita mampu mewujudkannya meski nampaknya tanpa jasa dan dianggap sudah biasa.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0194

Siapa yang berani memberi diri secara utuh? Untuk apa berkorban sampai penghabisan? Merayakan Hati Yesus Yang Mahakudus, kita bisa menjawab bahwa Yesus-lah yang memberikan diri secara total demi keselamatan kita semua. Kita bisa mengingat beberapa hal: (~) Kasih dan perhatian Allah: Seringkali manusia begitu rapuh dan tak berdaya sehingga sulit untuk kembali kepada Allah. Allah tidak lagi murka tetapi berbaik hati mendatangi manusia agar kita semua selamat. Maka kita ingin menyambut kasih dan perhatian Allah itu dengan mantap dan setia; (~) Sekali dan tak berkesudahan: Korban Yesus di kayu salib terjadi sekali tetapi rahmatNya tercurah terus-menerus. Darah dan Air yang memancar dari lambungNya bukan hanya menunjukkan tuntasnya pengorbanan tetapi juga melimpahnya rahmat kehidupan. Maka kita kaan menghidupi anugerah tersebut dengan semangat; (~) Kesaksian akan kebenaran: Apa yang dilakukan oleh Yesus adalah suatu tindakan kasih yang menyelamatkan. Kita dipanggil untuk menunjukkan kesaksian dengan ikut melaksanakan tindakan kasih. Semoga kita bersukacita melakukannya. Mengingat kelemahan dan banyaknya tantangan, sekaligus bersyukur atas anugerah yang diberikan, ktia bisa berseru: Ya Yesus, jadikanlah hati kami seperti HatiMu sendiri.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0193

Apa yang Anda harapkan dalam doa? Apakah Anda mendapatkannya? Yesus mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah karena doa memang tidak dibisniskan. Untuk menghayati doa kita bisa lakukan beberapa hal: (~) Menjaga kesucian Bait Allah: Bait Allah yang adalah rumah doa menjadi tanda kehadiran Allah. Kalau kita bisa menjaga tanda yang kelihatan, harapannya kita bisa juga menjaga yang tidak terlihat. Yang kita jaga adalah relasi kita dengan Allah. (~) Memurnikan motivasi: Tentu bukan keuntungan ekonomis, kenaikan status atau peningkatan popularitas yang kita cari, tetapi kedekatan dengan Tuhan dalam iman. Maka kita sungguh meletakkan harapan kita kepadaNya dengan keyakinan bahwa segala sesuatu sudah Dia sediakan. Kita mohon keteguhan iman. (~) Membangun pertobatan: Pengampunan menjadi langkah pertobatan untuk membangun relasi yang lebih baik dengan Tuhan dan sesama. Bertobat berarti bersedia berdamai dan siap berkarya demi kebahagiaan bersama. Kita mohon keterbukaan hati agar bisa mengampuni dengan tulus. Kita belajar dari Tuhan Yesus yang hatiNya senantiasa terbuka untuk menerima siapa pun yang percaya kepadaNya. Semoga dalam doa kita berjumpa denganNya dan diperkenankan menikmati damai sejahtera.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

Artikel yang lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»
Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.