Lentera Iman

0192

Apa yang Anda bawa ketika Anda berkunjung? tentu Anda sudah mempersiapkan yang terbaik agar kunjungan Anda bermakna. Demikian pula Sta. Maria dalam mengunjungi Sta. Elizabeth tentu telah mempersiapkan dirinya sebaik mungkin. Tetapi persiapan yang sesungguhnya adalah kehendak baik. Kita bisa menemukan beberapa hal dari kunjungan tersebut: (~) Kunjungan ini adalah sebuah perjumpaan iman. Dua wanita yang menyandarkan harapannya pada Tuhan berjumpa dan saling berbagi sapa. Mereka merasa menerima anugerah yang besar sekaligus tanggungjawab yang mulia untuk bekerjasama dengan Tuhan. Berkat imannya, mereka bersedia menanggungnya dengan keyakinan bahwa anugerah tersebut memang kehendak Tuhan. Maka mereka saling meneguhkan; (~) Yang dibawa adalah warta sukacita. Bukan hanya dua orang wanita yang berjumpa, tetapi juga dua anak dalam kandungannya. Bukan hanya ibundannya yang bersuka, tetapi juga anak-anak mereka. warta yang disampaikan oleh malaikat dulu adalah warta sukacita. Maka layak kalau sukacita itu diteruskan dan dibagikan. (~) Yang muncul adalah ungkapan syukur yang mendalam. Semuanya itu terjadi karena belas kasih Tuhan. Maka yang disyukuri adalah karya Tuhan yang begitu agung. Dengan rendah hati manusia menerima dan melaksanakannya. Bunda Maria juga setia mengunjungi kita, terutama saat kita mendaraskan doa Salam Maria. Dia juga membawa Tuhan Yesus kepada kita untuk kita jumpai dalam Sabda dan Santapan, juga dalam misteri-misteri Rosario yang kita renungkan. Semoga perjumpaan ini membuat kita semakin kokoh beriman untuk menjadi pewarta Kabar Sukacita yang rendah hati lagi penuh syukur.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0191

Hidup sebagai murid Tuhan adalah panggilan yang harus ditanggapi dengan sukarela dan kesadaran, tidak ada paksaan. Kadang masih ada rintangan dan hambatan, justru yang terberat adalah tantangan yang berasal dari dalam diri. Ada sesuatu yang masih menghalangi untuk sungguh tulus mengikuti Tuhan. Kita bisa belajar dari kisah seorang yang berharta dalam Kitab Suci dengan petikan beberapa pesan berikut: (~) Menjadi semakin baik: Kehendak kita bersama adalah ingin hidup menjadi lebih baik. Maka kita menaati hukum dan peraturan. Berbagai macam pelanggaran bisa mengacaukan kehidupan sehingga semakin jauh dari kebaikan. Jika kita ingin hidup kekal abadi dalam kebahagiaan, maka ketaatan dan kesetiaan terus-menerus diusahakan; (~) Lebih lepas bebas: Kebaikan itu disertai dengan kepercayaan akan penyelenggaraan Tuhan, tidak tergantung kepada kefanaan. Harta hanya titipan sebagai sarana kehidupan untuk memuliakan Tuhan Sang Empunya kekayaan. Maka kalau sungguh ingin mengikuti Tuhan, kefanaan harus dipasrahkan, menggunakan harta sebesar diperlukan. Setiap orang boleh mencari dan memiliki, tetapi jangan sampai terbelenggu pada materi. Kita tetap memiliki sisi ilahi yang harus kita pupuk dan hidupi. Sekaligus kita adalah makhluk sosial yang harus mempunyai perhatian terhadap saudara yang lebih membutuhkan; (~) Memperoleh kepenuhan: Hidup kekal menjadi kepenuhan karena kita hidup bersama dengan Allah. Kerinduan akan Allah harus dikembangkan. Hal ini mendorong setiap orang untuk tidak mudah menyerah, tetapi mempuyai semangat yang berkobar untuk mengikuti Tuhan. Tidak ada yang mustahil sebab segala sesuatu itu mungkin. Semoga kita tetap semangat mengikuti Tuhan meski kadangkala harus melalui jatuh bangunnya kehidupan. Kita yakin tidak ada yang sia-sia, semua akan berbuah bahagia.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0190

Pernahkah Anda gagal paham? Apa yang Anda rasakan? Dan bagaimana Anda menyelesaikannya? Para murid hari ini juga gagal paham. Mereka tidak mengerti dengan yang dikatakan Yesus. Mereka membuat langkah yang mungkin ada kemiripan dengan kecenderungan kita: (~) Memilih yang menarik: para murid mungkin menolak yang berat dan membingungkan, mencari yang ringan dan lebih menjanjikan. Tetapi belum tentu pilihan mereka membahagiakan karena bisa saja mereka salah pilih, yang menarik itu ternyata menyesatkan. (~) Mengikuti yang mudah: para murid mungkin tidak mau ambil resiko, sedikit usaha tetapi hasil maksimal. Mereka mungkin juga tidak mau susah karena hidup sudah berat, untuk apa lagi memperberat pikiran. (~) Mau sadar dan rendah hati: pilihan apa pun menjadi pelayanan. Kalau sadar akan hal ini, semua murid akan bersukacita melaksanakan tugas perutusan. Semoga para murid segera mengubah pandangan agar yang esensial tidak terlewatkan. Semoga kita bersedia belajar dari para murid bagaimana menjadi pribadi yang rendah hati dan tulus ikhlas melayani.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0189

Tuhan Yesus telah menyiapkan para muridNya untuk mengalami kehadiranNya secara baru. Ia mencurahkan Roh Kudus kepada mereka. Roh yang dijanjikanNya untuk menghibur, mengajar, dan menyertai mereka sampai akhir zaman. Roh tersebut juga diberikan kepada kita agar kita mengalami hal yang sama seperti para murid dulu. Kita para murid zaman sekarang dapat membarui kehadiran Roh itu dengan kembali menyadari hal-hal berikut ini: (~) Roh itu anugerah: Tuhan sendiri yang memberikan RohNya kepada kita agar menjadi daya yang meneguhkan hidup dan pelayanan kita. Meski Dia telah naik ke surga tetapi Dia tetap menyertai kita dengan kasih dan kesetiaan yang tidak akan berubah. Kita bersyukur atas anugerah itu dan mempersilahkan Roh Kudus untuk berkarya dalam diri kita; (~) Roh itu bersaksi: Kesaksian yang diberikan oleh Roh adalah kesaksian kasih yang menunjukkan kesatuan Bapa, Putera, dan Roh Kudus yang berkarya demi keselamatan kita semua. Maka kita pun juga diteguhkan untuk bersaksi, membawa kasih Tuhan di tengah kehidupan; (~) Roh menghasilkan buah: Roh yang berkarya di dalam diri kita memampukan kita untuk berkarya dan menghasilkan buah yakni hidup yang dilimpahi oleh Roh itu sendiri. Kehidupan yang dipenuhi oleh Roh membuahkan kerukunan, perdamaian, persaudaraan, kesejahteraan, kesabaran, sukacita. Setiap orang merasa dikuatkan untuk menghasilkan buah kehidupan. Kita mohon kehadiran Roh Kudus supaya memenuhi hidup kita dan mengobarkan semangat kita untuk ambil bagian dalam karya keselamatan Allah: Utuslah Rohmu, ya, Tuhan, dan jadi baru seluruh muka bumi.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0188

Segala sesuatu harus bisa dibuktikan kebenarannya baru dipercaya, begitulah kecenderungannya. Bagaimana kita membuktikan kebenaran akan adanya Tuhan? Laboratorium seperti apa yang kita perlukan? Tuhan tidak dibuktikan lewat aneka percobaan. Tetapi kita mohon rahmat untuk menyadari kehadiranNya dalam umatNya di kala umat Allah sedang berkumpul dalam namaNya. Kita juga bisa menyadari kehadiranNya di antara kita lewat salam dan sapaan. Kita juga bisa temukan kehadiranNya dalam Sabda dan Santapan. Yang kita butuhkan adalah kesadaran iman bahwa Ia hadir dalam hidup kita. Semoga kita semakin peka terhadap tanda kehadiranNya yang mengasihi kita.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

Artikel yang lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»
Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.