Lentera Iman

0186

Firman Tuhan telah diberikan kepada kita. Kita pun telah membaca, merenungkan dan mengamalkannya. Bagaimana Firman Tuhan itu meresapi hidup kita? (~) Firman menjadi pegangan hidup: Kita banyak mendapatkan acuan, arahan, nasihat, ajaran, teguran yang meneguhkan dan mengubah hidup kita. Tujuannya adalah kita bisa hidup mulia dan kekal bersama Allah. Maka kita memerlukan pegangan dan tuntunan yakni Firman yang menjadi manusia dan tinggal di antara kita yang menjadi jaminan keselamatan kita; (~) Firman membawa pengenalan akan Allah: Kita bisa mengenal kesatuan Bapa, Putera, dan Roh Kudus; kita bisa merasakan Allah adalah kasih; kita bisa menemukan Allah yang setia; kita mengimani Allah Penyelenggara kehidupan dan Penyelamat dunia berkat Sabda Tuhan. Maka kita ingin mengenal lebih dalam Allah yang peduli pada situasi hidup kita sehingga Dia berkenan memperkenalkan diri terlebih dahulu; (~) Firman mengajak untuk berdoa: TUhan sendiri telah mendoakan kita agar kita bisa membangun relasi dan komunikasi denganNya. Kita adalah milik Tuhan dan Dia telah menjaga kita supaya selamat berbahagia. Maka kita pun juga tidak akan lepas dari doa meski seringkali situasi menggoncang hidup kita. Firman itu telah begitu akrab di dalam hidup kita. Semoga kita semakin setia dalam menghayatinya.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0187

Apakah Anda mempunyai seorang sahabat? Bagaimana Anda membangun relasi dengannya? Tentu ada hal menarik yang Anda alami. Dan tentu juga ada banyak hal yang bisa Anda dan saya syukuri bersama. Hal-hal tersebut antara lain: (~) Sahabat itu anugerah: tuhan sendiri mengangkat kita menjadi sahabatNya agar kita juga bisa menjadi sahabat bagi sesama. Sahabat itu dianugerahkan kepada kita sebagai mitra hidup, rekan kerja dan teman seperjalanan yang meneguhkan kita; (~) Sahabat itu dikasihi: Landasan persahabatan adalah kasih, Tuhan mengundang kita untuk tinggal dalam kasihNya agar kita mampu berbagi kelimpahan kasih kepada sesama; (~) Sahabat itu pembawa sukacita: Ada keterbukaan, kejujuran dan keikhlasan berkurban demi sahabat yang dikasihinya. Tuhan telah menunjukkan misteri kehadiranNya untuk dikenali dan disadari lewat hidup dan karyaNya yang sungguh menggembirakan. Dia bahkan rela menyerahkan jiwa dan raga demi kebahagiaan manusia. Sukacita bukan berarti hidup tanpa masalah. Sukacita adalah sebuah keputusan untuk menghadapi segala sesuatu dengan keyakinan. Betapa indahnya jika kita bisa senantiasa hidup dalam persahabatan. Kita memperlakukan sesama sebagai sahabat yang memang layak untuk dikasihi. Kita bersedia berkurban bagi kebahagiaan mereka dan kebahagiaan kita juga. Kita mohon agar rahmat persahabatan itu semakin nyata terasa dalam hidup kita. Semoga kita hidup rukun dan damai dalam Tuhan.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0185

Haus dan lapar telah menjadi bagian dari hidup kita yang harus dipenuhi. Namun kehausan dan kelaparan kita bukan hanya secara jasmaniah, tetapi juga rohaniah. Dan kita tahu bahwa pemenuhan hanya ada dalam Tuhan. Apakah kita sungguh telah mengusahakannya? Percaya kepada Tuhan menjadi langkah pertama untuk memperoleh pemenuhan. Selanjutnya adalah bersandar padaNya karena Dia adalah jainan bagi keselamatan kita. Keyakinan kita, Dia tidak akan menolak kedatangan kita. Dengan begitu kita tidak akan kehilangan pengharapan. Mari kita sadari kehadiran dan keberadaanNya dalam Sabda dan Santapan. Semoga kita semakin diteguhkan dalam mengikuti Dia.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0184

Bagaimana sikap kita ketika keselamatan kita sudah terjamin? Apakah kita akan tinggal nyaman saja atau kita tetap berjuang demi kebaikan bersama? Kita kawanan doma yang beruntung karena memiliki gembala yang sungguh setia dan bertanggungjawab. Yang Ia kehendaki hanyalah keselamatan kawanan dombaNya. Maka Dia rela mengurbankan diriNya meski nyawa taruhannya. HarapanNya, agar para domba berbahagia. Domba yang berbahagia adalah dia yang mau ambil bagian dalam pengorbanan Sang Gembala. Domba tidak hanya bermanja-manja, tetapi juga turut berusaha agar warta sukacita keselamatan sampai kepada sesama. Dalam usaha inilah kadangkala tantangan dan godaan menghadang. Justru saat itu menjadi kesempatan bagi domba untuk memberi kesaksian. Semoga kita tidak lepas pegangan pada tongkat Sang Gembala.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0183

Bagaimana tanggapan Anda saat diundang ke perjamuan makan? Apa manfaatnya kalau Anda datang memenuhi undangan? Perjamuan makan memiliki makna yang berbeda-beda tergantung bagaimana seseorang menanggapinya. Ada yang memaknai sebagai jalinan persaudaraan agar relasi semakin akrab. Ada yang melakukannya demi perkembangan usaha, untuk memperoleh keuntungan. Ada pula yang menganggap sebagai saat kebersamaan yang berharga. Apa pun maknanya, semua pasti pernah mengalaminya. Sekarang Tuhan sendiri yang mengundang masuk ke dalam perjamuan. Menu utama adalah Tubuh dan Darah-Nya. Suasananya adalah kebersamaan dalam iman. Kalau undangan ini tidak dikaitkan dengan iman, maka akan sulit menerima Tubuh dan Darah Tuhan sebagai santapan. Iman adalah anugerah yang diberikan kepada kita untuk bisa bersatu dengan Tuhan Allah yang kepadaNya kita pasrahkan keselamatan diri kita. Semoga berkat Santapan Ilahi ini kita semakin kokoh kuat dalam menghidupi panggilan kemuridan kita.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

Artikel yang lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»
Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.