Lentera Iman

0162

Apa yang kami lihat dan kami dengar, kami percaya dan kami wartakan. Yohanes secara personal mengalami kebersamaan dengan Tuhan.Pengalaman personal ini ia sadari sebagai pengalaman kasih. Maka dia mewartakan kasih Tuhan bagi kita semua, Di hari raya Natal kita juga mendengar warta sukacita dan melihat Allah yang menjadi manusia tinggal di antara kita. Sukacita dan damai Natal yang kita rasakan, kita wartakan. Semoga kita semakin setia menjadi pewarta kasih dan damai sehingga persaudaraan kita semakin diteguhkan.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0161

Yesus kembali memperkenalkan Yohanes Pembaptis kepada para muridNya. Lewat perkenalan ini Yesus menunjukkan kepada mereka yang akan terjadi kepadaNya kelak. Ini sebuah langkah antisipasi yang tidak mudah dipahami oleh para murid. Kita dapat memetik beberapa permenungan: (1) Tugas utusan: seorang utusan diberi tugas untuk hadir dan memulihkan segala sesuatu yang berkaitan dengan keselamatan. Utusan yang baik dan bertanggungjawab fokus pada tugas perutusannya untuk mewartakan Kabar Sukacita kedatangan Allah yang menyelamatkan. (2) Konsekuensi utusan: Kehadiran seorang utusan belum tentu dikenali dan disambut dengan baik. Sebagian besar malah diperlakukan dengan kejam. Yohanes dipenggal kepadanya dan Yesus disalibkan. Kehendak Allah untuk memberi kebahagiaan ditanggapi dengan kehendak manusia yang ingin mencari kebahagiaannya sendiri. (3) Kesetiaan utusan: tetapi utusan yang sungguh baik dan benar, punya komitmen dan tanggungjawab akan tetap setia pada perutusannya. Tantangan dan pencobaan membuatnya semakin bersukacita dalam Tuhan. Kita semua utusan Tuhan di zaman ini. Mari kita wartakan sukacita kedatangan Tuhan yang sudah semakin dekat.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0160

Keprihatinan dan iman membuahkan keselamatan. Keprihatinan terhadap situasi hidup sesama menggerakkan orang untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat. Keprihatinan itu mengantarnya untuk berjumpa dengan Yesus. Ia percaya bahwa kehadiran Yesus itu untuk semua orang, lintas batas latar belakang. Sikap yang dibangun saat di hadapan Yesus adalah rendah hati, memohon dan berharap namun tidak memaksa, berserah namun aktif berusaha. Demikian pula kepercayaan kepadaNya harus diteguhkan, dengan keyakinan bahwa Yesus akan memberikan yang terbaik bagi kita.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0159

Kehadiran Yesus adalah untuk mewartakan kedatangan Kerajaan Allah, dan kini kedatanganNya itu sudah dekat. Bagaimana kita bisa menyadari pewartaan ini? Kerajaan Allah itu untuk kita semua: Allah yang meraja nampak nyata dalam diri Yesus adalah untuk keselamatan dan kebahagiaan kita semua. Tidak ada yang dikecualikan, semua diberi kesempatan yang sama untuk menyambut kehadiranNya. Semoga kita tidak menyia-nyiakannya. Perlu kepekaan untuk mencermati tanda: kedatangan Kerajaan Allah itu didahului dengan keberadaan tanda-tanda. Seperti jika akan ada peristiwa alam, biasanya sudah muncul gejala dan tanda. maka diperlukan kepekaan untuk mengenali tanda tersebut. Semoga kita menjadi lebih terbuka. Berpegang pada kepercayaan: keberadaan tanda yang tidak mudah dipahami bisa menimbulkan kebingungan dan kekacauan. Maka yang dipakai sebagai pegangan adalah kepercayaan akan Sabda Tuhan yang tidak akan lekang dimakan zaman. Semoga ktia setia mencerna Sabda. Tuhan telah menyiapkan kita semua. Sekarang tergantung kita, apakah kita mau mempersiapkan segalanya bersama Tuhan. Semoga kita semua kedapatan siap sedia dan bersukacita.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0158

Sikap siap sedia dan berjaga-jaga ditunjukkan dalam berdoa. Yesus sendiri yang menghendaki para muridNya berdoa. Doa menumbuh-kembangkan iman kita. Dengan berdoa, kita semakin menyadari ketidak-mampuan kita menjangkau Allah tanpa campur tangan Yang Ilahi. Maka kita tentu semakin mengandalkan Allah. Kita pun semakin yakin bahwa Allah tidak akan membiarkan kita yang tekun datang kepadaNya. Ia yang senantiasa menyediakan rahmat akan memberikan kepada kita tepat pada waktunya. Semoga kita tekun dan setia meski menghadapi berbagai macam pergulatan dan pencobaan; meski doa-doa kita tidak kunjung terwujudkan.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

Artikel yang lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»
Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.