0200

Apakah yang paling kita kuatirkan dalam hidup ini? Kepemilikan akan harta benda? Profesi, pangkat, dan jabatan? Kedekatan relasi dan komunikasi? Studi dan masa depan? Atau keselamatan? Apa pun itu, kita semua pernah merasa kuatir. Namun Tuhan memberi pesan agar kita tidak kuatir. Apa yang dapat kita renungkan? (~) Kuatir membuat tidak fokus: Hidup kita cenderung terbagi, tidak tenang dan mugnkin juga bingung. Adakalanya menjadi sulit untuk memegang komitmen. Maka kita diajak untuk melihat prioritas, mengabdi kepada Allah atau kepada mamon. Kita harus memilih dan dengan tegas bersikap; (~) Kuatir tanda kurang beriman: Orang yang kurang beriman cenderung meragukan Tuhan. Jaminan kehidupannya tidak dia percayakan kepada Tuhan. Hidupnya selalu kurag dan tidak pernah terpuaskan. Padahal Tuhan adalah Penyelenggara Kehidupan. Percaya dan berserah bukan berarti lemah, tetapi tanda siap sedia bekerja sama dengan Tuhan menciptakan kebahagiaan dalam kehidupan; (~) Kuatir dapat membelokkan jalan: Sebagai orang beriman apa yang ingin kita dapatkan? Seperti kata Tuhan, Kerajaan Allah dan kebenarannya kita dahulukan, baru semuanya akan ditambahkan. Bukan berarti kita tidak boleh mempersiapkan mimpi masa depan, tetapi supaya kita tidak menyimpang dan jatuh karena kekuatiran. Semoga kita semkain teguh dalam iman dan bersemangat dalam pengabdian.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.