ROSARIO BAGI PANGGILAN OBLAT

PENGANTAR

Sejak 8 Desember 2017 yang lalu, kita telah merayakan Tahun Panggilan Oblat dengan tema “Sukacita dan Kemurahan Hati Oblat!”

Tahun ini didevosikan oleh Paus Fransiskus dalam rangka tematis “Discernment Panggilan”.  Setelah membaca pesan Paus Fransiskus pada tahun ke-55 Hari Doa Panggilan, saya hendak menggarisbawahi frasa: “Di Era yang serba sibuk, Misteri Inkarnasi tetap hadir dan selalu hadir untuk mengingatkan kita bhawa Allah selalu siap untuk berjumpa dengan kita, dan Dia adalah Allah beserta kita sebagaimana kita mlintasi jalan yang berdebu dalam eksistensi/keberadaan kita, bahwa Dia selalu menyadari kerinduan kita akan sukacita dan kebahagiaan, sebagaimana Dia mengundang kita untuk membagikan sukacita tersebut yaitu Diri-Nya sendiri.”

Dalam pesannya kepada para Oblat yang hadir dalam Kapitel 2016, Bapa Suci mengatakan: “Pekerjaan yang harus dilakukan - dalam rangka memenuhi gambaran Gereja bagi semua orang – sungguh besar sekali; dan kalian juga memiliki peranan spesial untuk dikerjakan...... Wilayah misi sepertinya selalu meluas hari demi hari...... itulah mengapa kalian begitu penting, yaitu karena keberanian misionaris kalian, juga kesiapsediaan kalian untuk membawa Kabar Sukacita yang membebaskan dan menghibur. Semoga sukacita Injil memancar terang dari wajah kamu sekalian dan membuat kalian menjadi kesaksian hidup yang penuh sukacita..... Tentu kita semua sadar bahwa misi semakin berkembang hari demi hari, tetapi kita juga sadar bahwa Allah terus-menerus memanggil orang-orang untuk mengikuti Dia saat ini.

Cara hidup kita seharusnya memberikan sebuah kesaksian. Itulah undangan/seruan Superior Jendral untuk kita lakukan bersama: “Saya ingin mengundang kita semua untuk memberikan kesaksian yang penuh sukacita dan kemurahan hati melalui hidup kita, sehingga hal itu menumbuhkan minta dan ketertarikan kaum muda untuk mengikuti panggilan hidup kita. (Surat Superior Jendral pada Desember 2017).

Yesus ketika memanggil serta mengutus ke-72 murid-Nya berkata kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Maka berdoalah kepada Tuan yang empunya tuaian agar ia mengirimkan para pekerja bagi kebun anggurnya.” (Lukas 10,2).

Dapat dikatakan: tidak ada yang lebih penting dalam hidup ini daripada untuk menemukan makna dan alasan mengapa kita diciptakan. Panggilan kita sangat unik dan personal. Hal tersebut merupakan sesuatu yang hanya kita yang dapat melakukannya. Ada banyak macam panggilan: menjadi perawat, pekerja sosial, dokter, tukang kayu.... beberapa panggilan hidup seperti ini dapat ditemukan dalam hidup religius Oblat.

Dalam masa Tahun Panggilan Oblat, kami, Komite Jenderal para Bruder Oblat mengajak kita semua untuk merenungkan misteri-misteri Rosario bagi Panggilan Oblat.

Sebulan sekali, saya akan pergi mengunjungi makam Bapa Pendiri di Marseille untuk berdoa bagi panggilan-panggilan. Jika Anda mau, Anda juga dapat bergabung merenungkan misteri doa rosario bagi panggilan pada tanggal 4 setiap bulannya. Tidak masalah pada pukul berapa Anda berdoa Rosario: kita akan memilliki sukacita bersama karena disatukan satu sama lain bersama Allah.

Eugenius de Mazenod menulis kepada Pastor Tempier pada 26 Juli 1817: “Hampir setiap sore saya bersama dengan kamu dalam doa sore. Saya sangat senang berdoa pada jam ini... yaitu pada saat ada adorasi kepada Guru Ilahi. Ingatlah saya pada saat itu.”

Terima kasih untuk semua yang ingin bergabung dengan saya pada jam doa Rosario Panggilan ini. Melalui doa Santo Eugenius, doa ini ditujukan kepada Tuan Sang Empunya Tuaian agar Dia mengirimkan pekerja-pekerja bagi kebun-Nya. Tuhan akan menyediakan juga tempat-tempat d imana saja yang Dia kehendaki. Misi adalah “Dia”. Dan akhirnya, itu tergantung keputusan kita untuk berdoa.

Aix-en-Provence, 27 Desember 2017

Bruder Benoit DOSQUET

Sekretaris, Komite Jenderal bagi Para Bruder Oblat

 

 

Pedoman Umum Doa Rosario bagi Panggilan

Setiap tanggal 4 dalam bulan (kecuali September dan Desember, karena Katedral Marseille tutup setiap hari Selasa) seseorang akan berdoa Rosario di makam St. Eugenius de Mazenod (sebisa mungkin pukul 15.00 WIB). Dimungkinkan juga untuk mencari waktu yang cocok dan sesuai apabila ingin tetap berdoa bersama bagi panggilan.

Sebelum memasuki tiap Misteri Rosario, Bacaan Injil yang sesuai sebaiknya dibaca bersama diikuti dengan permenungannya. Kemudian, setiap usai pembacaan Misteri, baik bila didoakan satu dari tiga doa bagi panggilan.

 

Sejarah Singkat

Menurut para sejarawan, doa Rosario adalah doa yang sangat kuno. Pada abad-abad awal, umat Kristiani menggunakan benang yang disimpul untuk menghitung olah kesalehan mereka, mengerakkan jari mereka dari satu simpul ke simpul berikutnya. Doa Rosario berasal dari tradisi doa para awam-pertapaan Kluni, kemudiaan diikuti oleh para awam Cistersian. Mereka adalah orang-orang yang tidak dapat berbahasa latin, oleh sebab itu mereka tidak dapat mendoakan mazmur-mazmur (yang saat itu hanya ada terjemahan Latin). Untuk menggantikan ayat-ayat mazmur tersebut, mereke mengucapkan doa Salam Maria selama beberapa kali dalam sehari. Alain Roche, seorang murid pertama Santo Dominikus, membawa tradisi doa Rosario tersebut dan memperkayanya dengan menambahkan permenungan-permenungan yang diambil dari kehidupan Yesus dan Maria. Ia menyebutnya butir-butir Rosario karena seakan mirip sebuah mahkota bunga mawar yang akan ditempatkan di bawah kaki Perawan Suci (Maria). Mendekati masa-masa sekarang, keseluruhan untaian doa Rosario sudah terdiri dari tiga seri Misteri: setelah Inkarnasi dan kehidupan tersembunyi Kristus (Misteri Gembira), permenungan dilanjutkan pada sengsara Kristus (Misteri Sedih), dan akhirnya berlanjut pada sukacita kebangkitan, kedatangan Roh Kudus, dan kenaikan Maria ke Surga (Misteri Mulia). Pada 16 Oktober 2002, Paus Santo Yohanes Paulus II menambahkan sebuah misteri yaitu Misteri Terang yang isinya mengenang kejadian dan karya publik Kristus: Pembaptisan, pernikahan di Kana, Seruan akan Kerajaan Allah, Transfigurasi dan penetapan Ekaristi.

 

 

Misteri Gembira (Senin & Sabtu)

Peristiwa 1:

Maria menerima kabar Gembira dari Malaikat Gabriel: Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Jawab Maria: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Lukas 1, 26-38)

Dengan berkata “Ya”, Maria telah membuat kedatangan Yesus semakin mungkin. Bersama denganmu ya Bunda Maria, kami berdoa kepada Tuhan Sang empunya kebun bagi para kaum muda. Semoga mereka terbuka atas kehendak Allah, dan semoga mereka mampu untuk mengatakan “Ya” sebagaimana sendiri menjawab “Ya”.

 

Peristiwa 2:

Maria mengunjungi Elisabet Saudarinya: Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabeth. Dan ketika Elisabet mendengar samal Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.” (Lukas 1,39-42).

Ya Maria, karena kesediaanmu, Elisabet pun membiarkan dirinya disentuh oleh Sang Juruselamat yaitu Sang Sabda yang hidup dalam rahimmu. Ya Bunda Maria, kami hendak berdoa kepada Sang Pemilik Tuaian. Semoga Gereja menyambut dan bersedia untuk menjawab panggilan bagi kaum muda di zaman ini. Semoga kami memliki keberanian untuk melayani saudara-saudari kami, dan melalui itu kami menerima sukacita sejati dari Puteramu.

 

Peristiwa 3:

Kelahiran Yesus Kristus: Ketika mereka tiba di situ, tibalah waktnya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anyaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan....... Kemudian malaikat berkata kepada para Gembala, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (Lukas 2, 6-11).

Ya Bunda Maria, dalam puteramu Yesus, Allah telah menjadi manusia. Sekarang tidak ada lagi yang kami takuti. Ia akan selalu berada bersama kami dalam perjalanan hidup ini. Bersamamu ya Bunda, kami berdoa kepada Tuhan sang empunya tuaian. Semoga hati kami selalu terbuka akan kehadiran Sang Juruselamat. Semoga melalui kata-kata dan perbuatan kami, kehendak-Nya dapat dikenal  sehingga terciptalah dunia yang damai dan adil.

 

Peristiwa 4:

Yesus Dipersembahkan di Bait Allah: “Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu Israel.” (Lukas 2, 29-32).

Ya Bunda Maria, engkau telah hadir sebagai Bait Allah bagi Yesus Sang Terang Dunia. Bersama denganmu, kami bersyukur kepada Tuhan sang empunya tuaian untuk semua orang yang memberikan dirinya secara total bagi Tuhan. Semoga mereka menjadi terang harapan bagi dunia sekarang.

 

Peristiwa 5:

Yesus diketemukan dalam Bait Allah: Ketika orangtua-Nya melihat dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau?” jawab-Nya kepada mereka, “Mengapa kamu mencari Aku, tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku.” Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. (Lukas 2,48-50).

Ya Bunda Maria, engkau tidak mampu memahami kendati engkau percaya pada Sabda Tuhan. Selama engkau menghabiskan waktu di sisi Yesus, engkau mengambil sebuah jalan panjang yang tidak pernah engkau bayangkan. Bersama denganmu, kami berdoa kepada Tuhan sang empunya tuaian agar memberi kami kepercayaan diri yang telah menggerakkan engkau saat kami tidak mampu memahami segala tantangan yang ada di hadapan kami. Semoga kami memiliki keberanian untuk mengajak orang-orang untk menjadi seorang diakon atau imam dan untuk mengambil jalan hidup religius kendati jalan kami penuh dengan ketidakpastian.

 

Misteri Sedih (Selasa dan Jumat)

Peristiwa 1:

Yesus berdoa dalam Sakratul Maut: Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku;tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” (Lukas 22,41-42).

Ya Bunda Maria, beberapa jam sebelum kematian-Nya, putera-Mu sempat mengalami keraguan, tetapi Ia sungguh-sungguh bersatu dengan Bapa hingga ia mengabaikan dirinya sendiri demi Kehendak Bapa. Bersama denganmu ya Maria, kami berdoa kepada Tuhan sang empunya tuaian bagi seluruh kaum muda yang tergerak untuk mendirikan rumah di atas batu kuat yaitu puteramu, Yesus, tetapi juga bagi mereka yang tidak malu untuk mengkomitmenkan diri mereka. Semoga mereka meletakkan kepercayaan mereka pada kuasa Roh Kudus dan memahami dengan sungguh bahwa apa yang mereka tinggalkan di belakang, tidak sebanding dengan apa yang akan mereka terima.

 

Peristiwa 2:

Yesus didera: Tetapi Yesus, disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan. (Matius 27, 26b)

Ya Bunda Maria, tubuh Puteramu telah dilukai dengan cambuk, kendati demikian, sesaat sebelum Ia wafat Ia bersabda: “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Ketika berhadapan dengan kebencian, hanya ada satu jawaban yaitu pengampunan. Bersama denganmu, ya Bunda Maria, kami berdoa kepada Tuhan sang empunya tuaian bagi semua orang yang memberi kesaksian tentang pengampunan dalam kata-kata dan perbuatan. Semoga semua orang yang telah dibaptis dalam Gereja-Mu memberikan kesaksian dengan cara menunjukkan cinta-Mu di tengah dunia yang seringkali dilukai oleh kebencian dan intoleransi.

 

Peristiwa 3:

Yesus Dimahkotai Duri: kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Merkea menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di aas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: “Salam, hai raja orang Yahudi!” (Matius 27, 27-29)

Ya Bunda Maria, Puteramu mengalami penghinaan yang luar biasa. Ia telah direndahkan dan dijadikan bahan tertawaan. Ia dihina, disiksa. Ia telah menjadi sahabat bagi semua orang yang mengalami penghinaan. Bersama dengamu, ya Bunda Maria, kami berdoa kepada Tuhan sang empunya tuaian bagi orang-orang Kristiani yang dianiaya. Satukanlah kami dengan mereka dalam doa, kami berharap dapat menjadi seorang pembangun Kerajaan di mana Yesus datang dan berkuasa.

 

Peristiwa 4:

Yesus memanggul Salib ke bukit Kalvari: Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu, mereka paksa untuk memikul salib Yesus. (Matius 27, 32)

Ya Maria, Puteramu bukanlah satu-satunya yang mengalami pencobaan. Simon dari Kirene hadir di sana untuk membantu-Nya di jalan menuju Golgotha. Banyak kaum muda terlibat dalam pelayanan Gereja, siap untuk menjawab panggilan dari Puteramu dan menjadi bantuan bagi mereka yang miskin dan menderita. Bersama denganmu, ya Bunda Maria, kami berdoa kepada Tuhan sang empunya tuaian bagi semua kelompok-kelompok kaum muda (khususnya PPdM dan Samuel Eli) serta pendamping mereka, sehingga mereka dapat memberi bantuan dan penghiburan bagi orang yang paling lemah dalam masyarakat kami, dan belajar untuk mengenali Kristus melalui diri orang miskin dan lemah. “Apapun yang kamu perbuat bagi saudaramu yang paling kecil ini, engkau melakukannya untuk Aku.” (Matius 25, 40)

 

Peristiwa 5:

Yesus wafat di Kayu Salib: Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia – supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci – “Aku Haus.”Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam pada sebatang hisop lal mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yohanes 19, 28-30)

Ya Bunda Maria, Puteramu telah sampai pada bagian paling akhir dari cinta-Nya. Jawaban terhadap panggilan Puteramu adalah untuk memberikan kehidupan dalam rangka untuk menghadirkan kemanusiaan dalam jalan yang membimbing kita pada kebangkitan. Bersama denganmu, ya Bunda Maria, kami erdoa kepada Tuhan sang empunya tuaian bagi mereka yang mendovosikan hidup mereka untuk mewartakan Injil. Semoga mereka memetik dari relasi mereka dengan Allah, sebuah kekuatan dan harapan, dan semoga komunitas di mana mereka berkarya juga memetik buah inspirasi dari mereka.

 

Misteri Mulia (Kamis dan Minggu)

Peristiwa 1:

Yesus bangkit dari Antara Orang Mati: Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda memakai jubah putih duduk di sebalah kanan. Mereka pun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.” (Markus 16, 5-6)

Ya Maria, pada Paskah pagi, pesan dari Malaikat pada hari Warta Gembira telah memperoleh makna yang baru: “Ia yang telah dilahirkan olehmu akan dipanggil Putera Allah.” Tentu saja, Yesus yang engkau lahirkan, rawat dan engkau temani dengan hati-hati selama menjalani kemanusiaannya, sekarang adalah Putera Allah, yang datang di tengah-tengah umat manusia untuk membuka jalan bagi kehidupan kekal. Bersama denganmu ya Maria, kami berdoa kepada Tuhan sang empunya tuaian bagi Gereja, bagi Tubuh Kristus yang telah bangkit dari mati di dalam dunia ini. Semoga tubuh itu tidak diberikan dalam ketidakberanian, semoga orang-orang yang dibaptis mengingat bahwa mereka adalah Bait Allah dari Jiwa Dia yang telah bangkit dari kematian. Mungkinkah mereka menggunakan hati mereka sebagaimana semsestinya?

 

Peristiwa 2:

Yesus Naik ke Surga: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau oh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan dan Samaria  dan sampai ke ujung bumi.” Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. (Kis 1, 8-9)

Ya Maria, pada hari kenaikan-Nya, Yesus mengutus para murid-Nya ke dalam misi. Roh Kudus akan membimbing mereka untuk berjumpa dengan segenap kemanusiaan tanpa ada pembedaan Ras dan Budaya. Bersama denganmu ya Maria, kami mohon kepada Tuhan sang empunya tuaian agar mengirim pekerja bagi kebunnya: Para Imam, Biarawan-biarawati juga kaum awam, untuk mewartakan Injil. Semoga mereka meneguhkan segenap anggota Gereja dalam misi.

 

Peristiwa 3:

Roh Kudus Turun atas Para Rasul: Ketika tiba hari Pentakosta...... maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. (Kis 2, 1-4).

Ya Maria, pada saat engkau menerima kabar gembira dari malaikat Tuhan, engkau diberi tahu agar jangan takut. Roh Tuhan akan “menudungi engkau dalam bayang-bayang-Nya”. Pada minggu Pentaskosta, Roh yang sama telah diberikan kepada Gereja di mana selanjutnya tidak ada lagi yang perlu ditakuti. Mulai sekarang Roh itu akan menyatakan dengan penuh kepercayaan diri, Kabar Sukacita Kebangkitan. Bersama denganmu ya Bunda Maria, kami berdoa kepada Tuhan sang empunya tuaian bagi semua orang yang telah atau akan menerima Sakramen Penguatan. Setia pada Roh yang telah mereka terima, semoga mereka memiliki hasrat untuk menanggapi pemberian yang mereka terima sebagai seorang Kristiani, dan mempromosikan Kabar Sukacita di manapun mereka berada.

 

Peristiwa 4:

Maria diangkat ke Surga: Karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah Kudus. (Lukas 1,49)

Ya Maria, sebagaimana kami merayakan kenaikanmu ke Surga, kami merayakan mereka-mereka yang membimbing dan juga mendukung Gereja yang masih berziarah di dunia ini. Bersama denganmu Ya Bunda Maria, kami berdoa kepada Tuhan sang empunya tuaian bagi Gereja. Semoga Gereja menjadi kesaksian atas karya-karya besar Allah, dan semoga panggilan calon-calon yang dibutuhkan dan yang ingin bekerja dengan penuh sukacita bagi pewartaan Injil.

 

Peristiwa 5:

Maria Dimahkotai di Surga: Maka tampaklah sebuah tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengnan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. (Wahyu 12, 1).

Ya Maria, di hadapan Allah engkau dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat. Engkaulah gadis kecil dari Palestina, dan di hadapan Allah engkau menjadi besar karena iman dan kesiapsediaanmu. Bersama denganmu ya Bunda Maria, kami berdoa kepada Tuhan sang empunya tuaian. Semoga doa-doa kami melalui misteri-misteri ini, yang kami bagikan denganmu, membuat kami semakin bersedia menjawab panggilan-Nya dan semoga semua itu memberi pengaruh baik bagi saudara-saudari kami seiman.

 

Misteri Terang (Kamis)

Peristiwa 1:

Yesus dibaptis di Sungai Yordan: Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpatiturun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Matius 3, 16-17)

Ya Bunda Maria, pertemuan dengan Yohanes Pembaptis di sungai Yordan, memang diperuntukkan bagi Yesus Puteramu, sebuah awal. Suara dari Surga berkata: “Engkaulah anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Segera kita menyadari awal dari panggilan kita, yaitu saat di mana kita menerima baptisan. Menerima diri dibenamkan dalam kematian dan kebangkitan Kristus, Allah berkata kepada kita: “Engkaulah anakKu yang Kukasihi, yang telah kuletakkan segenap cintaKu padamu.” Bersama denganmu, ya Bunda Maria, kami berdoa kepada Tuhan yang empunya tuaian bagi semua orang yang telah dibaptis. Bangkitkanlah kembali dalam kehidupan kami mata air pembaptisan kami, buatlah kami patuh pada Roh yang ada pada kami, sehingga kami mampu berbagi dalam bangunan KerajaanMu.

 

Peristiwa 2:

Mukjizat pada Perjamuan di Kana: Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” Kata Yesus kepadanya, “Mau apakah engkau dari pada-Ku ibu? Saat-Ku belum tiba.” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” (Yohanes 2, 3-5)

Ya Maria, sebagai seorang tamu, engkau berbeda dengan tamu lainnya. Engkau tidak akan menolong apabila pesta berjalan dengan baik. Namun saat itu tidak ada anggur, dan tanpa anggur, pesta pernikahan akan menjadi sebuah kekacauan. Kini, engkau ambil bagian dan berpaling pada pertolongan Yesus, serta berkata kepada para pelayan agar melakukan segala sesuatu yang dikatakan Yesus. Bersama denganmu ya Bunda Maria, kami berdoa kepada Tuhan sang empunya tuaian bagi keluarga-keluarga. Semoga mereka mendapatkan tempat di mana setiap pasangan dapat menghidupi panggilan mereka sebagai sepasang suami-istri secara penuh. Dengan cara itulah, cinta mereka dapat menjadi lahan yang subur bagi bertumbuhnya panggilan-panggilan.

 

Peristiwa 3:

Yesus mewartakan Kerajaan Allah: Sesudah Yohanes ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: “Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Markus 1,14-15)

Ya Bunda Maria, Puteramu sedang melanjutkan misi yang telah dilakukan oleh para nabi dalam Perjanjian Lama. Ia mengundang kita semua untuk meletakkan hati kita selaras dengan hati Allah, tetapi pesan-Nya berbeda dengan yang diwartakan para nabi bahwa Dia mewartakan bahwa waktunya telah tiba. Dialah pemenuhan janji yang telah diwartakan oleh para nabi. Di dalam Dialah Kerajaan Allah sungguh menjadi nyata. Bersama denganmu ya Bunda Maria, kami berdoa kepada Tuhan sang empunya tuaian bagi siapa saja yang ambil bagian dalam tanggung jawab dalam Gereja. Semoga mereka berusaha keras untuk menghidupi misi kenabian mereka dengan cara melawan segala hal yang bertentangan dengan Injil serta menunjukkannya dalam kehidupan mereka bahwa hanya Kristuslah yang mengantarkan kebahagiaan sejati.

 

Peristiwa 4:

Yesus Dimuliakan di atas Gunung Tabor: Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. (Matius 17,2)

Ya Bunda Maria, ketika mendaki gunung bersama Yesus, Petrus, Yohanes dan Yakobus menemukan identitas sejati Yesus dari Nazareth: Dia sang Putra terkasih Allah. Pengalaman ini telah menjadi faktor yang menentukan dalam misi para rasul. Bersama denganmu ya Bunda Maria, kami berdoa kepada Tuhan sang empunya tuaian bagi komunitas biarawan-biarawati, agar mereka diubah oleh Kontemplasi mereka akan Kristus yang bangkit dan dengan demikian memberikan kesaksian melalui kehadiran mereka. Semoga cara hidup mereka yang penuh persaudaraan, latihan rohani mereka dan semangat dalam mewartakan Allah menjadi dorongan bagi mereka sendiri, dan bagi orang lain.

 

Peristiwa 5:

Yesus Menetapkan Ekaristi: Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Ambillah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu. Dan ia berkata kepada mereka: “Inilah darah-Ku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang. (Markus 14, 22-24)

Ya Bunda Maria, pada malam perjamuan terakhir, Yesus menujukkan kepada kita arti sebuah kematian. Ia memberikan hidupnya sehingga kita dapat hidup. Ia memberi kita makanan sehingga kita mampu mengikuit dia dalam perjalanan yang penuh pemberian diri. Bersama denganmu ya Bunda Maria, kami berdoa kepada Allah sang empunya tuaian agar ia mengirimkan dan mengembangkan panggilan-panggilan untuk menjadi imam, pelayan Ekaristi. Dengan rahmat dan daya Roh Kudus, melalui pewartaan Sabda, perayaan sakramen-sakramen, dan dukungan yang penuh persaudaraan, semoga mereka membangun komunitas Gereja-Mu; semoga mereka membantu orang-orang yang telah dibaptis agar menjadi semakin serupa dengan apa yang mereka terima dalam setiap Ekaristi, yaitu tubuh Kristus yang telah bangkit.

 

 

 

Doa Tahun Panggilan Oblat,

Allah Bapa Yang Maha Kuasa,

Kami datang kepada-Mu

karena Yesus meminta kami untuk berdoa

agar Engkau mengirim pekerja-pekerja ke ladang-Mu.

Maka kami mohon ya Bapa,

Kirimkanlah kepada kami

Pemuda-pemuda yang murah hati,

yang mempunyai kecintaan mendalam kepada Yesus,

yang bersedia untuk mempersembahkan seluruh hidupnya kepada-Mu,

untuk menjadi dekat dengan kaum yang paling miskin dan terlantar, demi pewartaan Kabar Gembira.

Semoga mereka dikobarkan oleh api semangat yang sama

Seperti yang Engkau nyalakan dalam diri Santo Eugenius

Semoga mereka menjadi bagian dari keluarga para Oblat untuk bersama-sama meneruskan karya keselamatanMu.

Bunda Maria Imakulata

Yang pertama-tama memberkan putranya kepada dunia

Hadirlah bersama kami di saat kami berdoa.

 

Santo Eugenius de Mazenod…………..Doakanlah kami

Beato Joseph Gerard…………………...Doakanlah kami

Beato Mario Borzaga…………………..Doakanlah kami

 

Terpujilah Yesus Kristus,

Dan Maria Imakulata.

 

(Diterjemahkan secara bebas dari teks asli "OMI Rosary Meditation for Vocations" oleh Seminari Tinggi OMI "Wisma de Mazenod", Condong Catur, Yogyakarta, 2018)

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.